DetikNews
Sabtu 09 Maret 2019, 11:37 WIB

Di Tangan Tegar Dewangga Matematika dan Musik Menyatu Dalam Harmoni

Purwoto Sumodiharjo - detikNews
Di Tangan Tegar Dewangga Matematika dan Musik Menyatu Dalam Harmoni Antara musik dan ilmu hitung/Foto: Purwoto Sumodiharjo
Pacitan - Matematika dan musik sekilas tampak berbeda. Sebagai ilmu pasti, matematika identik dengan rumus-rumus baku. Karenanya, banyak orang menganggapnya momok.

Sedangkan musik lebih bermakna keluwesan. Bunyi yang terangkai di antara nada yang selaras membuat suasana nyaman, santai, dan jauh dari beban pikiran.

Tapi di tangan Tegar Dewangga Trenggono (29) dua disiplin ilmu itu bertemu dalam harmoni. Baginya musik adalah matematika. Sedangkan matematika adalah bentuk lain dari musik itu sendiri.

"Karena bagi saya musik adalah matematika yang berbunyi," ucap Tegar mengawali perbincangan dengan detikcom di rumahnya, Jalan dr Sutomo, Pacitan, Sabtu (9/3/2019) pagi.

Tentu saja, putra pasangan Bambang Trenggono dan Endang Susiani itu memiliki alasan sendiri. Untuk memainkan musik, seseorang harus menguasai hitungan yang lazim disebut tempo.

"Birama tersebut bersifat pasti seperti halnya matematika yang juga terdiri dari rumus-rumus pasti," tambahnya.


Kecintaan Tegar terhadap musik sudah tampak sejak usia anak-anak. Hampir semua alat musik mampu dimaikan dengan baik. Saking seriusnya menekuni musik Tegar sempat kesulitan mengejar materi pelajaran lain. Termasuk matematika.

Tegar Dewangga satukan musik dan matematika/Tegar Dewangga satukan musik dan matematika/ Foto: Purwoto Sumodiharjo

Kondisinya terpuruk saat dirinya duduk di bangku kelas 2 SMP. Kala itu nilai ujian matematika Tegar jatuh. Di balik rasa minder dan kecewa, Tegar nekad berusaha. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk belajar matematika.

"Berawal dari kegelisahan bagaimana saya bisa tertarik dengan matematika. Karena dulunya saya termasuk siswa yang paling tidak pintar (matematika)," kenangnya tentang masa sulit itu.

Saat itulah Tegar menemukan relasi antara musik dan ilmu hitung. Sambil terus bermain musik, penghobi pencak silat dan motocross ini mengutak-atik simbol dan angka. Rumus-rumus musik pun akhirnya tercipta dengan pendekatan matematika.

"Bahwa rumus himpunan adalah salah satu bagian dari musik. Karena musik itu bagi saya adalah kesimpulan. Dan himpunan itu kesimpulan dari sebuah perhitungan," paparnya sambil menunjukkan lembaran kertas putih penuh coretan angka.

Memasuki ruang tengah tempat Tegar dan keluarga tinggal, aura seni langsung terasa. Persis di depan pintu terdapat almari panjang lengkap dengan deretan buku di dalamnya. Ada pula senjata khas dari sejumlah daerah di tanah air.


Di bagian tengah almari tergantung alat musik rebab. Sedangkan di sebelah kirinya ada biola warna kuning emas tersandar di tembok. Ujung alat musik gesek itu menyentuh lembaran kertas penuh guratan not balok. Di sudut bawah kertas tertulis 'Phinough in A Major, Violin".

Tegar Dewangga satukan musik dan matematika/Tegar Dewangga satukan musik dan matematika/ Foto: Purwoto Sumodiharjo

"Itu salah satu karya saya. Dapat juara I waktu dimainkan Darin Safa Nugroho di Institut Français d'Indonésie (IFI), Jakarta," katanya.

Beberapa alat musik lain juga melengkapi koleksi Tegar. Mulai organ lawas, gitar akustik, trumpet, gambus, hingga alat musik tradisional, kecapi.

Sambil berbincang dengan detikcom, jemari Tegar memainkan instrumen khas Sunda tersebut. Makin cepat tempo permainan, bunyi denting dawai pun bersahutan. Memenuhi seisi ruangan.

"Saat pertama kali punya kecapi ini, saya bahkan belum tahu cara menyetemnya. Lagi-lagi saya akhirnya harus mencari rumus dengan pendekatan matematika," kata dia.

Matematika dan musik telah menyatu dalam diri Tegar. Dia sangat mengidolakan Bapak Matematika, Pytagoras. Bukan semata karena rumus-rumus yang menjadi acuan baku. Namun karena llmuwan Yunani kuno itu menjadi peletak dasar teori akustik.

"Berkat pengembangan temuan Pytagoras berupa monochord kita sekarang mengenal gitar, piano, dan sebagainya," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>