Jenazah Luminah Dibawa ke Makam Pakai Perahu Karet karena Banjir

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 13:02 WIB
Jenazah Luminah dibawa ke makam dengan perahu karet/Foto: Istimewa
Ngawi - Seorang nenek meninggal saat lingkungan sekitar rumahnya dilanda banjir. Polisi akhirnya membawa jenazah sang nenek menuju ke pemakaman menggunakan perahu karet.

"Betul jadi memang kemarin ada salah satu warga yang meninggal karena sakit. Untuk pemakaman kita bantu evakuasi petinya dengan memakai perahu karet," kata Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu kepada detikcom saat memantau banjir di Kecamatan Kwadungan, Jumat (8/3/2019).

Nenek yang menghembuskan napas terakhir pada Kamis (7/3) itu diketahui bernama Luminah. Nenek yang meninggal di usia 85 tahun tersebut tinggal di Dusun Satu, Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Ngawi.


Saat meninggal, rumah Luminah tergenang banjir setinggi sekitar satu meter. Maka dari itu, warga dan polisi menggunakan perahu karet saat hendak memakamkan jenazah ke pemakaman umum. Yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka.

"Kita memang arahkan menaikan peti jenazah ke perahu karet untuk mempermudah menuju lokasi makam," imbuhnya.

Pranatal menegaskan, Luminah meninggal bukan karena banjir melainkan faktor usia. Menurutnya, yang bersangkutan juga sering sakit-sakitan seperti panas, batuk dan sesak napas.


"Jadi memang yang bersangkutan sudah tua dan sering sakit sehingga memang bukan meninggal karena musibah banjir," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir di Ngawi merendam 18 desa yang tersebar di enam kecamatan. Banjir yang paling parah terjadi di kecamatan Kwadungan dan Geneng dan masih ada warga yang meminta dievakuasi. (sun/bdh)