detikNews
Rabu 06 Maret 2019, 17:13 WIB

Tak Lagi Jadi Gubernur, Pakdhe Karwo Ngaku Enjoy Jadi Dosen

Hilda Meilisa - detikNews
Tak Lagi Jadi Gubernur, Pakdhe Karwo Ngaku Enjoy Jadi Dosen Pakdhe Karwo saat mengajar (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Usai habis masa jabatannya sebagai Gubernur Jatim, Soekarwo kini menggeluti profesi baru sebagai dosen. Hari ini, hari pertama Pakdhe Karwo sapaan akrabnya menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Pakdhe Karwo mengaku menjadi dosen mata kuliah ekonomi makro. Saat mengajar, Pakdhe Karwo terlihat cukup enjoy saat menerangkan ke para mahasiswa. Beberapa kali, Pakdhe Karwo juga menceritakan program-program ekonomi di pemerintahannya.

"Iya (enjoy) saya kan aslinya itu guru saya ini, saya dulu tahun 1977 sudah ngajar, 1978, 1982 saya di perguruan tinggi Narotama, Wijaya Kusuma, saya ngajar di situ. Saya ngajar di Stiesia, ngajar di Untag, memang nyonya saya juga dosen, jadi emang dunianya di situ," kata Pakdhe Karwo ditemui usai mengajar di Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (6/3/2019).


Meski dulunya dikenal sebagai lulusan hukum, namun Pakdhe Karwo mengaku tak terlampau kesulitan. Pasalnya sejak dulu dirinya menyukai pelajaran ekonomi. Dia menambahkan sering belajar dari buku-buku hingga praktik langsung saat menjadi gubernur.

"Sakjane saya sejak dulu itu seneng, saya biar fakultas hukum saya ini kan kursus ekonomi metri, itu mata kelas paling angel, memang saya sejak dulu seneng hukum keuangan, disertasi saya tentang hukum keuangan, tesis juga tentang keuangan, nyambut gawe nang dinas pendapatan," paparnya.

Pakdhe Karwo juga menyebut dalam pendidikan tak hanya membutuhkan profesor yang ahli teori saja. Namun juga praktisi yang bisa menceritakan bagaimana pengalaman di lapangan.


Dalam hal ini, Pakdhe Karwo ingin mahasiswanya bisa memiliki gambaran bagaimana ekonomi di Indonesia, khususnya di Jatim.

"Sekarang ngajar, untuk yang jauh untuk membikin mahasiswa itu ke depan menjadi sangat bisa memprediksi kan prosesnya panjang. Maka diundanglah kemudian pelaku yang empirik, jadi diwajibkan untuk perguruan tinggi itu untuk ada dosen pelaku," pungkasnya.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed