Bang Zul: Paham Agama dan Berbangsa Seiring, Tak Bisa Dibenturkan

Bang Zul: Paham Agama dan Berbangsa Seiring, Tak Bisa Dibenturkan

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 05 Mar 2019 14:17 WIB
Bang Zul: Paham Agama dan Berbangsa Seiring, Tak Bisa Dibenturkan
Zulkifli Hasan di acara Forum Pikiran, Akal, dan Nalar (PAN) di Surabaya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan jika paham agama dan berbangsa itu berseiring. Bang Zul mengatakan keduanya tidak bisa dibenturkan.

Menurutnya, taat beragama adalah pondasi yang kokoh untuk membela negara. Untuk itu, dia memaparkan 12 Perintah Bela Rakyat dan Bela Umat. Perintah ini untuk para kader PAN jika berhasil menembus parlemen nantinya.

"PAN menolak keras upaya saling membenturkan paham kebangsaan dengan paham agama. PAN menolak keras dikotomi yang hendak membenturkan paham berbangsa dengan agama," kata Bang Zul di Forum Pikiran, Akal, dan Nalar (PAN) di Surabaya, Selasa (5/3/2019).


"Agama dan kebangsaan seiring sejalan. Taat beragama adalah pondasi yang kokoh untuk membela negara," lanjutnya.

Zulhasan juga menambahkan pemilu ini bukanlah ajang untuk perang. Namun, pemilu merupakan salah satu hal untuk menentukan arah pembangunan Indonesua kelak.

Untuk itu, dirinya membuat komitemen dengan para kader yang kelak akan terpilih. Komitmen itu berisikan 12 perintah yang harus dilakukan.


"Jadi pemilu itu bukan perang total atau perang badar. Tapi pemilu itu adalah menentukan arah Indonesia, arah publik, arah masyarakat yang akan datang. Jadi membuat komitmen antara pemilih dengan yang dipilih. Kami dari PAN kalau tentu diberi mandat, diberi amanah, 12 langkah itu harus kita lakukan," paparnya.

Dari 12 perintah yang dipaparkan, salah satunya yakni haram bagi PAN menjadi sumber masalah. Zulhasan meminta kader PAN aktif memberi solusi dan jalan keluar untuk permasalahan di masyarakat.

"Kader PAN haram menjadi sumber masalah, kader PAN harus menjadi sumber solusi, wajib aktif memberi jalan keluar untuk masalah rakyat dan umat," pungkasnya. (hil/iwd)
Berita Terkait