Warga Banyuwangi Diajak Diet Kantong Plastik

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 01 Mar 2019 16:47 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak warga melakukan aksi diet kantong plastik. Ajakan tersebut disampaikan Bupati Anas melalui surat edaran (SE) tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang dikeluarkan pertengahan Februari.

Bupati Anas mengatakan, saat ini sampah plastik telah menjadi permasalahan global yang menjadi perhatian nasional dan dunia. Banyuwangi ingin ikut berkontribusi untuk mengatasi isu tersebut dengan memulai langkah pengurangan penggunaan kantong plastik.

"Kami menyadari, kalau harus meninggalkan penggunaan kantong plastik sepenuhnya, mungkin masih sulit. Dan tidak mungkin juga semua sampah plastik di daur ulang, pengurangan adalah kuncinya. Semua pihak harus berperan aktif dalam mewujudkan hal ini," kata Anas kepada detikcom, Jumat (1/3/2019).

Berdasarkan data BPS, sampah plastik Indonesia mencapai 64 ton/tahun. Indonesia juga menduduki nomor dua di dunia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar di laut. Sementara di Banyuwangi sendiri berdasar hasil studi lingkungan komponen sampah warga, terdiri atas sampah plastik 25 persen dan 75 persen sampah organik.

"Meski demikian bukan berarti kita tidak peduli pada pengurangan sampah plastik. Karena kita memiliki garis pantai terpanjang di Jawa Timur, mencapai 175 KM. Ini yang perlu diwaspadai, jangan sampai Banyuwangi menjadi penyumbang sampah plastik bagi Indoensia," terangnya.

Namun Bupati Anas yakin sekaligus berharap, warga bisa mengurangi penggunaan kantong plastik secara bertahap. Karena banyak alternatif penggunaan kantong selain plastik seperti tas kain, keranjang belanja yang bisa dipakai berulang kali. Namun yang terpenting perlu dibangun mindset warga untuk lebih peduli pada lingkungan.


"Kami berharap adanya kesadaran warga, mari kita semua memulai dari diri sendiri dan keluarga. Minimal mengganti kantong plastik dengan kantong yang lebih ramah lingkungan, misalnya membawa tas dari rumah saat belanja. Biasakan juga anak-anak kita dan kita sendiri membawa wadah minum yang bisa diisi ulang. Aksi ini sangat berarti untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan bagi anak cucu kita nanti," harap Anas.

Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Husnul Chotimah, dalam SE Bupati tentang pengurangan pengunaan kantong plastik, ada beberapa himbauan yang dikeluarkan, seperti membatasi penggunaan wadah minum sekali pakai, dan melakukan daur ulang sampah plastik baik secara mandiri atau menunjuk pihak lain yang berkompeten.

"Bupati juga mewajibkan pengusaha retail untuk memasang spanduk himbauan di area usahanya yang mengarah pada pengurangan penggunaan kantong plastik, dan apabila mendesak warga di himbau untuk mengunakan tas belanja plastik yang mudah terurai dengan standar SNI," kata Husnul.

Surat edaran tersebut, kata Husnul telah disebarkan ke berbagai instansi pemerintah dan perkantoran di Banyuwangi. Imbauan tersebut juga disosialisasikan kepada warga melalui kader-kader PKK tingkat kecamatan hingga desa.

Husnul menambahkan salah satu cara untuk mengurangi polusi sampah plastik selain mengurangi penggunaanya juga melalui kegiatan memilah sampah oleh rumah tangga. Sampah dipisah berdasarkan sampah plastik dan organik.

"Karena biasanya sebelum di bawa ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) para pasukan kuning akan memilah lebih dulu sampah plastik maupun organik untuk didaur ulang, kalau sudah dipilah sejak rumah tangga akan meringankan pekerjaan mereka. Ini sama juga dengan sedekah sampah," pungkasnya. (fat/fat)