DetikNews
Kamis 28 Februari 2019, 16:40 WIB

Ibu-ibu Blitar Dilatih Jadi Agen Perubahan Berbasis Digital

Erliana Riady - detikNews
Ibu-ibu Blitar Dilatih Jadi Agen Perubahan Berbasis Digital Foto: Erliana Riady
Blitar - Sebanyak 150 ibu-ibu berkumpul di Balai Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Mereka diundang untuk mengikuti pelatihan terkait digital marketing.

Ibu-ibu tersebut diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang memimpin komunitas lokal menuju kehidupan yang lebih maju. Yakni melalui pemanfaatan teknologi.

"Kami senang dapat ilmu baru ini. Ya awalnya memang ada kesulitan. Namanya juga emak-emak. Tapi lama-lama lancar juga. Dengan ilmu ini, kami nanti bisa pasarkan hasil UMKM kelompok kami di online," kata seorang warga, Uswatun Hasanah, Kamis (28/2/2019).


Materi pelatihan yang diberikan meliputi kewirausahaan, konten marketing seperti teknik dasar fotografi dan editing, strategi pemasaran modern secara digital dan pelatihan e-logisticproses dalam pemasaran.

Menariknya, yang memberikan materi adalah anak-anak muda yang merupakan staf salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari aktivitas 'Baktiku Negeriku', program CRS yang mereka usung.

"Sebagai perusahaan yang beroperasi sangat dekat dengan masyarakat, Telkomsel ingin memberikan manfaat yang lebih pada lingkungannya. Kami harap, hubungan ini tak sebatas pemanfaatan layanan telekomunikasi. Namun juga membangun kepercayaan dan kepedulian yang kuat untuk mengembangkan potensi desa dan masyarakat di wilayah itu," kata Vice President Business Support Area Jawa-Bali, Frangky Pandensolang dalam sambutannya.

Desa Ponggok merupakan satu di antara 8 desa di Indonesia yang terpilih. Sebelumnya, acara serupa telah digelar di Ciwidey, Purwakarta, Desa Simanindo dan Desa Kinali, Pasaman Barat.


Pemilihan lokasi diawali dengan survey serta pemetaan yang sesuai dengan tujuan program. Lokasi terpilih merupakan daerah dengan masyarakat bertaraf hidup yang relatif rendah. Namun memiliki potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang unik.

"Kami punya ikon wisata Gunung Pegat. Sekarang dibangun menjadi spot paralayang untuk wilayah Blitar. Siswa-siswa yang latihan di itu sudah berhasil meraih prestasi di tingkat daerah dan nasional. Kami juga punya petani yang bisa menemukan varietas alpukat terbesar se-Indonesia. Nah dengan pelatihan ini, kami sangat berterima kasih. Kalau ibu-ibu dan anak muda bisa memanfaatkan teknologi, potensi di sini bisa dikenal di seluruh dunia," ujar Kepala Desa Ponggok, Sungkono.

Pelatihan tersebut akan digelar selama dua hari sampai 1 Maret 2019. Seperti Pantauan detikcom di lokasi, mereka yang hadir tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Semua mata tertuju pada smarthphone masing-masing, sambil mendengarkan seorang pelatih memberi arahan.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed