DetikNews
Kamis 28 Februari 2019, 08:13 WIB

Saat Kelompok Pria Tangguh Bicara Nikmatnya Seks Pascavasektomi

Erliana Riady - detikNews
Saat Kelompok Pria Tangguh Bicara Nikmatnya Seks Pascavasektomi Pria ini melakukan vasektomi/Foto: Erliana Riady
Blitar - Kaum pria identik dengan keperkasaan dan kekuatan. Namun di Blitar ada sebuah komunitas bernama Kelompok Pria Tangguh yang terbentuk karena ketangguhan mereka mengolah ego, bukan raga.

Kelompok tersebut berada di Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Mereka yang tergabung dalam kelompok tersebut datang dari latar belakang profesi berbeda-beda. Ada yang anggota TNI, Polri, ASN hingga pertani.

Arti tangguh yang mereka junjung tinggi bukan semata-mata soal mengandalkan kekuatan fisik. Melainkan kekuatan hati dan jiwa. Pria-pria tersebut menyadari pentingnya hati yang tangguh untuk mau memikul beban wanita dalam rumah tangga. Seperti menjalani vasektomi.


"Iya, makanya kami beri nama Pria Tangguh. Kami harus tangguh mengalahkan ego sebagai pria. Jika selama ini istri sering sakit atau mengeluh karena tidak cocok ber-KB, maka suamilah yang harus mengalah untuk kebahagiaan rumah tangga yang terencana," kata Ketua Kelompok Pria Tangguh, Nurhuda (54) kepada detikcom, Kamis (28/2/2019).

Vasektomi merupakan operasi kecil yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis. Operasi tersebut dianggap sebagai prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.

Nurhuda mengikuti vasektomi sejak tahun 2013. Kala itu pernikahannya dengan Puji Utami (49) dianugerahi tiga anak. Karena sang istri merasa lelah minum pil KB setiap hari, akhirnya Nurhuda berbesar hati menjalani operasi vasektomi.


"Saya akui, awalnya kepepet kasihan melihat istri saya. Tapi setelah saya jalani selama ini, malah lebih puas. Begitu juga istri. Karena kami jadi gak mikir punya anak lagi kalau pas berhubungan," imbuh Nurhuda tersenyum malu.

Huda menilai ada stigma yang salah pada kebanyakan pria di negara ini. Para lelaki menyerahkan sepenuhnya urusan perencanaan dan pengurusan anak pada sang istri. Suami yang membantu istri mengatur perencanaan rumah tangga dianggap tidak maskulin. Tidak tangguh. Padahal justru sebaliknya.

"Suami yang mau mengambil alih peran istri untuk perencanaan anak, mau ber-KB itulah sebenarnya pria tangguh! Salah juga kalau ada yang mikir divasektomi terus jadi gak perkasa," lanjut Huda.


Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Kanigoro, Munjiatin mengaku bangga dengan hadirnya Kelompok Pria Tangguh di desanya. Kelompok yang beranggotakan sekitar 50 orang itu berperan penting meningkatkan jumlah peserta MOP di wilayahnya.

"Kelompok ini terbentuk sejak tahun 2017. Anggotanya bertambah banyak. Karena testimoni merekalah yang bisa meyakinkan bapak-bapak lain ikut vasektomi," pungkasnya.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed