Satu Lagi Hotel Bintang 4 Dibangun di Banyuwangi

Satu Lagi Hotel Bintang 4 Dibangun di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 27 Feb 2019 18:35 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Geliat pariwisata di Banyuwangi telah menarik perhatian pengusaha untuk berinvestasi. Salah satunya jaringan Hotel Kokoon.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, melakukan ground breaking pembangunan hotel yang terletak di Jalan Banyuwangi-Jember KM 7 tersebut. Ia mengatakan, hadirnya jaringan Hotel Kokoon di Banyuwangi akan menambah pilihan akomodasi bagi wisatawan yang menginginkan kenyamanan. Saat ini di Banyuwangi telah berdiri 13 hotel bintang tiga dan empat yang masing-masing menawarkan keunikan tersendiri.

"Hadirnya hotel bintang empat yang diusung oleh Kokoon memberikan pilihan yang semakin menarik bagi wisatawan," kata Bupati Anas usai peresmian, Rabu (27/2/2019).

Anas mengakui, pihaknya tidak langsung mengeluarkan izin pembangunan bagi hotel tersebut. Izin mendirikan hotel diberikan pasca hotel terakhir yang dalam proses pembangunan selesai dibangun dan beroperasi di Banyuwangi.

"Izin pembangunan kami berikan setelah hotel Dialoog grup Alila yang ada di Kecamatan Kalipuro beroperasi. Ini sebagai komitmen kami pada investor, untuk memberikan kenyamanan iklim berinvestasi," kata Anas.


Selain itu, desain arsitektur Hotel Kokoon telah mengakomodir desain arsitektur lokal yang menjadi salah satu syarat di terbitkannya izin pembangunan hotel oleh daerah. Selama delapan tahun terakhir desain arsitektur lokal menjadi syarat diterbitkannya izin pembangunan bagi semua investor yang masuk ke Banyuwangi.

"Kami selalu minta ada presentasi akhir desain bangunan baik itu hotel, kantor, pabrik sebelum izin kami terbitkan. Tujuannya untuk menjadi ciri khas bangunan yang ada di Banyuwangi juga untuk meninggalkan jejak peradaban bagi generasi muda daerah di masa depan," kata Bupati Anas.

Semua hotel berbintang di Banyuwangi seperti Aston, El-Royale, Santika, Alila, Dialoog menampilkan ciri khas arsitektur lokal Banyuwangi. Baik pada desain eksterior maupun interior gedung.

Seperti atap hotel yang mengadopsi atap rumah Suku Osing, suku asli Banyuwangi. Kemudian lobi hotel berbentuk limas. Lalu hiasan interior berupa motif batik khas daerah Gajah Uling hingga aksesoris penghias kamar yang menampilkan berbagai keunikan daerah.

"Setiap tahun kunjungan wisata di Banyuwangi juga terus meningkat. Wisatawan yang hadir di Banyuwangi tidak hanya berwisata, namun acara studi banding pemerintahan hingga menggelar seminar juga ramai di sini," imbuh Anas.


Selama tahun 2018 lalu, lebih dari 34.000 orang mengunjungi Banyuwangi dari berbagai instansi pemerintahan seluruh Indonesia untuk studi banding. Tiap tahun rata-rata lebih dari 100 instansi pemerintahan dan swasta yang berkunjung ke Banyuwangi.

Satu instansi rata-rata membawa 80 rombongan. Mereka mayoritas ke Banyuwangi untuk mempelajari sejumlah inovasi, terutama penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di mana Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapat nilai A atau tertinggi.

"Itu belum termasuk wisatawan yang memang ingin berlibur di Banyuwangi, yang mencapai lebih dari 98.970 wisatawan mancanegara pada tahun lalu. Belum wisatawan domestik yang jumlahnya mencapai 4,8 juta," ujar Anas.

"Okupansi rata-rata hotel di Banyuwangi dalam satu tahun mencapai 60 persen. Dalam kasus beberapa hotel berjejaring di Banyuwangi, justru okupansi mereka berada di atas okupansi hotel jaringannya secara nasional," lanjutnya.

Sementara itu CEO Property Kokoon Hotel Budiman mengatakan, kehadiran hotel dalam jaringan grup Kokoon tersebut untuk ikut serta dalam geliat pariwisata Banyuwangi. Kokoon sendiri melihat Banyuwangi memiliki potensi pariwisata yang unik dan berbeda dengan daerah lainnya.


"Kami ingin menjadi bagian dari pertumbuhan Banyuwangi. Banyak wisatawan mengenal Banyuwangi sebagai daerah dengan destinasi wisata yang potensial misalnya Gunung Ijen, Sukamade, Taman Nasional Alas Purwo, dan G-Land. Kami ingin turut andil dalam pariwisata daerah dan ikut mempromosikan destinasi yang ada di Banyuwangi baik pada skala nasional hingga internasional," kata Budiman.

Budiman menambahkan, hotel ini akan berdiri 13 lantai dengan luas bangunan mencapai 17 ribu meter persegi. Kamar yang disediakan berjumlah 166 yang terdiri atas deluxe dan eksekutif serta akan dilengkapi ballroom yang dapat menampung hingga 2000 orang.

"Semoga hotel ini akan menjadi pilihan akomodasi terbaik bagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi," pungkasnya. (sun/iwd)