Banyuwangi Sudah 2 Tahun Terapkan Wisata Halal

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 27 Feb 2019 16:13 WIB
Wisata halal di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Konsep wisata syariah atau wisata halal sudah diterapkan Banyuwangi sejak tahun 2017 lalu. Salah satu bentuk konkretnya adalah wisata pantai syariah Pulau Santen, Karangrejo.

Pantai ini disulap menjadi wisata syariah dengan membedakan pengunjung laki-laki dan perempuan. Tak hanya itu, fasilitas yang ada di pantai juga mendukung adanya halal tourism. Seperti musala, tempat wudlu dan makanan yang halal.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, inovasi ini merupakan langkah untuk mensegmentasi wisata.

"Wisata butuh segmentasi. Kawasan Pulau Santen merupakan destinasi wisata yang mengusung konsep halal tourism," kata Anas, Rabu (27/2/2019).

"Selama 2 tahun ini, Banyuwangi konsisten mengusung konsep wisata syariah atau halal," tambah Anas.


Tak hanya Pantai Syariah, konsep wisata halal diterapkan di seluruh destinasi wisata di Banyuwangi. Bedanya, di destinasi wisata lain pengunjung bisa membaur antara laki-laki dan perempuan. Namun seluruh fasilitas wisata berkonsep syariah atau halal juga terdapat di seluruh destinasi wisata di Banyuwangi.

"Wajib ada mushalla, tempat wudlu, pengumuman peringatan waktu salat (adzan) dan makanan yang halal. Bahkan konsep ini wajib dilakukan juga di hotel-hotel yang ada di Banyuwangi. Seperi hotel El Royal, mereka bangun masjid dulu baru bangun hotel," tambah Anas.

Bahkan Anas tak segan tidak mengeluarkan izin bila hotel tak menyediakan tempat salat. "Saya bahkan sudah memberikan Warning jelas. Hotel, restoran dan rumah makan wajib punya mushalla. Karena saya yakin 99 persen wisata di Banyuwangi halal," tambahnya.


Tak hanya infrastruktur wisata halal yang disediakan oleh Banyuwangi, namun beberapa program kunjungan membidik negara muslim juga dilakukan. Salah satunya adalah membidik pasar Timur Tengah lewat promosi yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri, termasuk Kedutaan Besar RI di Arab Saudi. Tak hanya itu, ditingkat Asean, bidikan untuk wisatawan dari Malaysia susah mulai sejak adanya penerbangan direct flight dari Banyuwangi ke Kuala Lumpur.

"Dari ikhtiar ini kami di undang di Festival Janadriyah di Arab Saudi awal Januari lalu. Kita promosikan wisata Banyuwangi disana. Tentu dengan konsep halal tourism. Juga adanya direct flight Banyuwangi - Kuala Lumpur membuktikan keseriusan kami mewujudkan halal tourism di Banyuwangi," pungkasnya.

Riset Kemenpar mendata wisatawan Timur Tengah rata-rata mengeluarkan uang mencapai 1.918 Dolar AS (sekitar Rp 28 juta) per wisatawan per kunjungan, melampaui wisatawan Eropa yang hanya 1.538 Dolar AS (sekitar Rp23 juta) per wisatawan per kunjungan. Selain itu, rata-rata lama tinggal wisman Arab Saudi di Indonesia cukup lama, yaitu mencapai 10,14 hari. (fat/iwd)