detikNews
Senin 25 Februari 2019, 21:35 WIB

31 Warga Banyuwangi Diare Bareng, Diduga Konsumsi Air Tak Sehat

Ardian Fanani - detikNews
31 Warga Banyuwangi Diare Bareng, Diduga Konsumsi Air Tak Sehat Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Sebanyak 31 warga kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro menderita diare secara bersamaan. Puluhan warga tersebut diduga keracunan air yang dikelola masyarakat setempat untuk minum.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Banyuwangi Sudarto Setyo mengatakan, puluhan masyarakat yang terkena diare saat ini telah dibawa ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah dirawat, sebagian besar masyarakat memilih rawat jalan karena kondisinya sudah berangsur pulih.

Meski demikian, Dinas Kesehatan telah menyiagakan puskesmas selama 24 jam. Itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban tambahan yang terkena diare akibat mengonsumsi air di desa tersebut.


"Memang dari Desember ada kekeruhan itu dari segi fisik misalnya. Itu dari segi fisik memang tidak memenuhi syarat karena keruh dan sebagainya. Itu tidak layak konsumsi dan itu curiga pertama di situ dan ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas air itu apakah air itu yang menyebabkan masyarakat terkena diare," kata Sudarto Setyo kepada wartawan, Senin (25/2/2019)

Sudarto menambahkan, untuk mengantisipasi bertambahnya korban. Dinas Kesehatan telah menginstruksikan Lurah setempat untuk mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi air di daerahnya. Karena dugaan sementara, air bersih yang dikelola masyarakat tersebut tidak layak dikonsumsi.

Sebab setelah diambil sampel, meski tidak menimbulkan bau menyengat, air yang digunakan masyarakat warnanya agak keruh. "Sementara kita uji lab. Biar kita tahu apa kandungan air itu," imbuhnya.


Kepala Puskesmas Klatak, drg. Zelfia membenarkan telah menangani 31 orang yang diare tersebut. Sebagian dari mereka ada yang masih berstatus rawat jalan sampai kondisinya benar-benar pulih. Pihak Puskesmas juga mengimbau jika ada warga lain yang memiliki gejala diare agar segera datang ke Puskesmas.

Zelfia menyampaikan, pihaknya berencana akan turun ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan tentang diare dan sanitasi lingkungan, Selasa (26/2/19). Dalam penyuluhan itu pihaknya juga akan menggandeng dokter umum.

"Kemudian kami bagikan obat obatan penangan pertama diare," pungkasnya.
(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed