DetikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 13:47 WIB

Saluran Limbah Ditutup Warga dan Ansor, Perusahaan di Pasuruan Geram

Muhajir Arifin - detikNews
Saluran Limbah Ditutup Warga dan Ansor, Perusahaan di Pasuruan Geram Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Dua perusahaan pengolahan ikan laut di Pasuruan geram karena saluran limbah pabrik ditutup. Akibatnya mereka tidak bisa beroperasi. Dua perusahaan itu pun menyesalkan aksi warga dan GP Ansor yang melakukan penutupan secara sepihak.

Dua perusahaan tersebut yakni PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari. Pihak perusahaan meradang dan menegaskan sistem pengelolaan limbahnya sesuai aturan dan standar yang ditentukan.

"Kami menyayangkan aksi warga karena sistem pembuangan limbah kami sesuai dengan aturan yang ada. Perusahaan memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sudah memenuhi standarisasi," kata Direktur Operasional PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari, Yohanes Yoelianto dalam siaran pers, Sabtu (23/2/2019).
Yohanes mengatakan, sebagai perusahaan pengolahan ikan laut pihaknya mengaku punya kepedulian pada lingkungan. Khususnya lingkungan di sekitar perusahaan. Dua perusahaan tersebut memiliki instalasi pengolahan limbah cair dengan kapasitas bak pengolahan yang mencukupi. Sehingga tak mungkin melepas limbah cair ke lingkungan tanpa melalui proses lebih dulu.

"Kami selalu koordinasi dengan DLH, dan konsultasikan ke ahli kami untuk menjaga agar instalasi pengolahan limbah cair kami selalu dalam kondisi optimal. Masukan saran dan hasil audit selalu kami perhatikan," imbuhnya.

Menurut Yohannes, perusahaan dinyatakan lolos hasil uji air limbah industri pada 26 Desember 2018. Setiap bulannya, selalu diuji secara berkala. Dan hasilnya normal atau masih dalam batas aman. Uji lab tersebut dilakukan UPTD Laboratorium Lingkungan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.
"Kami berharap warga lebih mengedepankan komunikasi dengan perusahaan sebelum melakukan tindakan. Penutupan saluran pembuangan limbah yang sudah berlangsung dua hari membuat aktivitas perusahaan diliburkan karena tak bisa operasional karena limbah tertahan," tandasnya.

Sebelumnya, Puluhan warga bersama anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bangil menutup paksa saluran pembuangan limbah dua pabrik yang ada di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/9/2019). Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga karena perusahaan dinilai melakukan pembuangan limbah berbau ke sungai dan tak punya itikad baik menghentikannya.
(sun/sun)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed