detikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 13:32 WIB

Inspiratif, Dua Polisi Nganjuk Mengajar di Sekolah Tanpa Upah

Sugeng Harianto - detikNews
Inspiratif, Dua Polisi Nganjuk Mengajar di Sekolah Tanpa Upah Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk - Cerita inspiratif datang dari dua polisi di Nganjuk, Jawa Timur. Dua polisi itu mendapat penghargaan karena menyempatkan diri untuk mengajar di sekolah di tengah kesibukannya mengayomi masyarakat.

Dua polisi itu yakni Brigadir Bagus Catur (33) dan Aipda Aris Suhendar (41). Bagus yang bertugas di Polsek Sawahan meluangkan waktu menjadi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Margopatut.

"Alhamdulillah saya dipercaya untuk bimbingan konseling di sekolah, karena ijazah saya psikologi. Jadi untuk pelajaran selain materi kepolisian, juga," kata Bagus kepada detikcom di kantornya, Sabtu (23/2/2019).

Bagus sudah mengajar selama setahun tanpa mendapatkan honor. Ia melakukannya dengan ikhlas sebagai bentuk pengabdian dan pendekatan kepada masyarakat. Terlebih, dirinya merupakan petugas Polri yang bertugas di tingkat desa atau Babinkamtibmas.

"Wah saya ikhlas Mas demi membantu guru yang kebetulan sangat dibutuhkan kehadiran saya. Tiap Senin juga menjadi pembina upacara. Ini sekaligus pendekatan kepada masyarakat utamanya anak-anak agar tidak nakal. Kalau sore kadang juga ngisi bimbingan belajar di balai desa," imbuhnya.

Sama seperti Bagus, Aipda Aris yang merupakan anggota Babinkamtibmas Polsek Gondang meluangkan waktunya mengajar di SDN Desa Pandean. Dengan penuh kesabaran Aris mengajar mata pelajaran Matematika dengan sukarela atau tanpa dibayar.

"Ikhlas saya mengabdi untuk mengajar matematika di SDN Pandean Kecamatan Gondang," kata Aris.

Aris mengakui tidak pernah menempuh pendidikan dunia mengajar. Namun ia begitu menggemari pelajaran Matematika sejak zaman sekolah dulu.

"Saya ndak pernah kuliah mas. Tapi sejak sekolah memang paling seneng pelajaran matematika. Yang paling penting karena saya prihatin anak kelas 5 SD di sini belum bisa perkalian apalagi pembagian, mungkin karena gurunya ngejar kurikulum," tambahnya.

Atas pengabdiannya mengajar dengan ikhlas, kedua polisi tersebut mendapatkan penghargaan dari Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta. Selain sebagai bentuk apresiasi, penghargaan tersebut juga diberikan agar menggugah anggota-anggota kepolisian lainnya untuk terus mengabdikan diri pada masyarakat.

"Kita berikan reward untuk anggota yang sangat inspiratif termasuk putra-putrinya berprestasi di sekolah agar semangat. Rutin kita berikan hadiah sebulan sekali," kata Dewa kepada wartawan di kantornya, Sabtu (23/2/2019).

Tidak hanya Bagus dan Aris, Kapolres juga memberikan penghargaan kepada anggota Babinkamtibmas Polsek Nganjuk Kota Bripka Didik Purnawan. Yakni atas keberhasilannya meredam konflik antar pesilat.

"Penghargaan juga kepada anggota Babinkamtibmas Bripka Didik atas dedikasi, loyalitas, dan kedisiplinannya dapat meredam pertikaian antara massa perguruan silat PSHT dan perguruan silat PN di kelurahan Ploso beberapa waktu lalu," katanya.

Kemudian ada dua anggota keluarga Polri yang mendapat penghargaan atas prestasinya. Yakni Regina Evelyn dan Elvan Rasyid putri dari anggota Aiptu Yuli, yang berprestasi menjuarai Karate tingkat Provinsi dan Nasional.
"Kita juga berikan uang pembinaan atas prestasi mereka untuk nilai ndak perlu disebutkan ya. Agar anggota lain juga punya semangat," tandasnya.

Terakhir, Kapolres juga memberikan amanat agar para Kapolsek dan anggotanya melaksanakan giat pre-emtif dan preventif guna mengantisipasi gangguan kamtibmas. Seperti dengan peningkatan deteksi dini, sambang, binluh, dan patroli kencur.

"Kita upayakan juga untuk tingkatkan kegiatan dalam bentuk pencegahan secara sinergi dengan instansi pengemban fungsi keamanan baik dari Pemda maupun dari TNI menjelang Pilpres dan Pileg 2019," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com