Foto Ibu Hamil Ditandu Viral, Kades: Supaya Lebih Aman

Charoline Pebrianti - detikNews
Rabu, 20 Feb 2019 17:01 WIB
Foto: Istimewa
Ponorogo - Perlakuan terhadap ibu hamil yang ditandu di sebuah dusun Ponorogo yang fotonya viral, sudah dianggap benar. Justru akan menjadi salah jika dipaksakan diangkut menggunakan mobil.

"Karena jalan itu jalan setapak, masyarakat di sana memang sering ditandu kalau kondisinya sakit parah," tutur Kades Dayakan Saroni saat dihubungi detikcom, Rabu (20/2/2019).

Saroni mengatakan kondisi akses jalan yang berlumpur saat musim hujan membuat sebagian warga di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan yang sakit memilih ditandu menuju lokasi parkir mobil terdekat. Sebab, jika dipaksa khawatir kendaraannya masuk jurang karena curam.

Menurut Saroni, sejak akhir tahun 2018 lalu Pemdes sudah melakukan upaya pelebaran jalan untuk akses jalan warga supaya mobil bisa sampai di depan rumah. Namun saat musim hujan, biasanya para sopir tidak berani membawa mobil mereka mendekat ke lokasi rumah warga.


"Posisinya rumah itu masuk gang dan jalannya nanjak, kalau musim hujan licin makanya saat bu Narti kemarin ditandu supaya lebih aman. Apalagi mau melahirkan," terang Saroni.

Saroni menambahkan di sekitar lokasi rumah Narti ada 40 KK namun lokasinya terpencar. Saat ini pihak Pemdes juga tengah fokus membangun infrastruktur jalan, seperti talud, gorong-gorong, rabat dan jalan irigasi.

"Di belakang rumah bu Narti ada 2 rumah, jadi itu jalannya masuk gang. Kalau jalan poros desa sudah bagus, bisa dilalui mobil," imbuh dia.

Jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar dukuh di Desa Dayakan dan merupakan jalan tembusan ke Pacitan dan Wonogiri, Jawa Tengah.


Sementara itu, Camat Badegan Ringga Dwi Herawan menambahkan dirinya sempat mengunjungi rumah Narti usai viral di facebook. Pihaknya pun memahami kenapa warga sekitar memilih tandu sebagai alat untuk membawa orang sakit.

"Lebih aman kalau ditandu, kalau naik motor atau mobil takutnya fatal bisa ke jurang karena jalannya curam dan licin," papar dia.

Ringga pun menegaskan berita yang disebarluaskan melalui facebook tidaklah benar. "Memang benar ditandu dan lokasinya di situ. Tapi yang tidak benar adalah karena infrastruktur jalan membuat bayinya meninggal, padahal bayinya setelah diperiksa ke RSUD kata dokter sudah meninggal lebih dari 2 hari sebelum dibawa ke RS, mohon masyarakat untuk tidak membuat spekulasi sebelum tahu apa yang terjadi sebenarnya," pungkas Ringga. (fat/iwd)