Bayi Ibu Hamil yang Ditandu Meninggal: Bupati: Bukan karena Jalan

Charoline Pebrianti - detikNews
Rabu, 20 Feb 2019 15:59 WIB
Jalan Dusun Dlundungan (Foto: Istimewa)
Ponorogo - Foto ibu hamil yang ditandu menuju rumah sakit di Ponorogo viral. Dalam caption foto ditulis bayi dalam kandungan si ibu meninggal saat sampai di rumah sakit.

Caption foto itu juga menulis jalan desa yang buruk lah yang membuat si ibu hamil harus ditandu karena kendaraan tak bisa masuk. Bayi dalam kandungan meninggal karena lamanya waktu menuju rumah sakit.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menanggapi viralnya foto tersebut. Ipong mengatakan ruas jalan di desa tersebut sudah dilebarkan agar bisa dilalui roda empat saat musim kemarau. Lokasi dalam foto tersebut berada di Dusun Dlundungan, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Ponorogo.

"Bisa dilalui kendaraan, namun kondisi cuaca hujan dan licin. Ambulans desa tidak berani naik, jadi dibawa ditandu itu ke tempat yang bisa dijangkau mobil," papar Ipong kepada detikcom, Rabu (20/2/2019).

Ipong bercerita jalan menuju lingkungan Dlundungan awalnya merupakan jalan setapak. Pada tahun 2018 jalan tersebut dilebarkan dengan menggunakan anggaran dana desa dan pengerjaan yang dilakukan adalah melebarkan jalan sehingga kendaraan roda empat bisa masuk.

Ipong mengakui bahwa ibu hamil yang bernama Sunarti itu ditandu. Tetapi Sunarti ditandu menuju ke jalan tempat ambulans desa menunggu atau sekitar 300-400 meter dari rumahnya. Lagi pula, kata Ipong, bayi yang ada di kandungan Sunarti meninggal di dalam kandungan.

Bukan saat tiba di rumah sakit lantaran lamanya waktu perjalanan karena faktor jalan. Jarak Dusun Dlundungan ke RSUD dr Harjono sekitar 30 km.


Foto: Istimewa

"Jadi tidak benar, kehamilannya bermasalah karena jalan desa. Pihak camat Badegan sudah mengecek kesana dan dipastikan Narti sehat," kata Ipong.

Ipong mengaku sudah memaksimalkan pengawasan kesehatan kepada warganya, termasuk Sunarti. Kondisi Sunarti, kata Ipong, pada usia kehamilan 7 bulan sempat mengeluhkan sakit perut dan dirawat selama 3 hari di RSUD dr Harjono.

Kemudian saat usia kehamilan 9 bulan, Narti mengeluhkan sakit perut. Dan oleh warga dibantu bidan desa dibawa ke RSUD dr Harjono. Peristiwa ituah yang terpampang di dalam foto yang viral.

"Sesampainya di rumah sakit dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, bayi sudah dinyatakan meninggal diperkirakan sudah lebih 2 hari akhirnya oleh dokter dilakukan operasi (kuret)," jelas Ipong.

Kemudian pada Senin (18/2) Narti dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang dengan dijemput menggunakan ambulans desa.

"Sebenarnya Narti rutin melakukan pemeriksaan kehamilan setiap bulan, baik di bidan maupun puskesmas Badegan. Serta seluruh biaya ditanggung KIS," tandas Ipong. (fat/iwd)