Dishub Larang Bentor Beroperasi di Jalanan Kota Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 20 Feb 2019 14:32 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Becak motor atau bentor siap-siap terpinggirkan. Karena dianggap melanggar Perda Kota Surabaya, bentor kini dilarang beroperasi di jalanan kota atau jalan raya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya melarang bentor masuk ke jalan raya. Hal itu dilakukan karena dari aturan hukum bentor dinilai telah melanggar sebagai angkutan umum.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, larangan beroperasinya bentor didasarkan pada Perda Kota Surabaya No 2 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

"Kita sudah sosialisasi selama sebulan yang lalu. Dan ini sudah kita mulai lakukan tindakan," kata Irvan kepada detikcom, Rabu (20/2/2019).

Irvan melanjutkan, saat ini pihaknya bersama kepolisian dan satpol PP tengah gencar menindak pengendara atau pemilik bentor yang melintas di jalanan Kota Pahlawan.


"Ya ini kita rutin sekarang dengan kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan tilang kepada penarik bentor," tambah mantan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surabaya.

Sedangkan untuk sanksi, Irvan menuturkan, Dishub tidak segan-segan menilang bahkan sampai menyita bentor yang diketahui telah melanggar dan tanpa dilengkapi dokumen sah.

"Pelanggarannya (bentor) itu banyak sekali. Kan kadang bentornya itu ada suratnya, tak jarang juga tanpa surat. Sudah gitu mengendarai tak memakai helm," lanjut alumnus ITS itu.

Tak hanya penarik bentor, Dishub juga rutin mendatangi bengkel-bengkel yang diketahui menyediakan modifikasi mesin atau yang mengubah dari motor ke becak.

"Karena mereka (bengkel) ini juga turut membantu pelanggaran hukum dengan modifikasi mesin atau dari motor menjadi bentor," imbuh Irvan.

Untui itu kami mengimbau kepada para pemilik atau penarik bentor agar tidak beroperasi di jalanan kota. Dan juga mengembalikan fungsi kendaraan seperti semula," pungkasnya. (sun/iwd)