detikNews
Rabu 20 Februari 2019, 12:59 WIB

Khofifah Mata-matai Pembuang Popok di Kali Brantas Lewat CCTV

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Khofifah Mata-matai Pembuang Popok di Kali Brantas Lewat CCTV Gubernur Khofifah memtau kondisi Kali Brantas/Foto: Deny Prastyo Utomo/File
Surabaya - Kebiasaan masyarakat membuang sampah diapers atau popok bekas pakai ke sungai ternyata masih sering dilakukan. Hal ini yang ditemui Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat bersih-bersih Sungai Brantas, Minggu (17/2).

Untuk itu, Khofifah memerintahkan Dinas Kominfo memasang CCTV di beberapa area. Hal ini untuk menangkap para pelaku pembuang popok di sungai. Selain itu, langkah ini diambil agar para pelaku jera.

"Kita akan memasang CCTV di Jembatan Karang Pilang. Tujuannya untuk edukasi sosial bagi masyarakat supaya tidak terus membuang popok ke sungai," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (20/2/2019)
Menurut Khofifah, langkah ini cukup efektif dalam memberikan efek jera ke masyarakat. Nantinya, setiap minggu rekaman CCTV ini akan dibagikan ke media massa dan media sosial. Gubernur Khofifah ingin para pembuang popok sembarangan ini mendapat sanksi sosial.

Khofifah juga meminta kepada Dinas Kominfo memasang CCTV yang dilengkapi pengeras suara. Pengeras suara tersebut langsung terkoneksi dengan operation room yang bisa digunakan untuk mengingatkan masyarakat yang membuang popok.

"Saya minta Komnfo untuk segera pasang CCTV di jembatan Karang Pilang, tidak hanya CCTV, tapi juga dilengkapi dengan pengeras suara yang terkoneksi," imbuh Khofifah.
Selain itu, dari data BPS yang ada, Khofifah menyebut konsumsi popok sebanyak 2,2 juta. Sementara 1,2 juta sampahnya dibuang ke sungai.

"Data BPS mengatakan konsumsi popok Jawa Timur ada sebanyak 2,2 juta. Nah 1,2 juta dari jumlah itu sampahnya dibuang masyarakat ke sungai, ini dampaknya kompleks," tambah Khofifah.

Gubernur wanita pertama di Jatim itu melanjutkan, dampak yang cukup besar justru terjadi pada keanekaragaman sungai. Pembuangan limbah popok bisa merusak habitat ikan.
Di tahun ini saja, Khofifah menemukan kejadian ikan mati massal selama empat kali di DAS Brantas. Khofifah juga menyesalkan banyaknya ikan yang ditemui intersex atau berkelamin ganda. Saat diteliti, dalam ikan tersebut terkandung gel dari popok bekas yang mengakibatkan ikan menjadi intersex.

"Sangat mungkin, kemungkinan kandungan gel dari popok yang sangat dominan, 20% ikan mengalami interseks. 80% ikan itu mengandung gel di dalam perutnya," pungkasnya.


Simak Juga 'Di 33 Hari Pertama, Khofifah-Emil Fokus di Aspek Ini':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed