DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 18:02 WIB

Khofifah Minta Arumi Gandeng Generasi Milenial Cegah Stunting

Hilda Meilisa - detikNews
Khofifah Minta Arumi Gandeng Generasi Milenial Cegah Stunting Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa prihatin melihat data 11 daerah di Jatim masih banyak terjadi stunting. Dia mengatakan pencegahan stunting ini tak hanya saat hamil saja, namun sejak remaja.

Khofifah pun berpesan kepada istri Wagub Emil Elestianto Dardak, Arumi Emil Dardak yang menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Jatim. Menurut Khofifah, pencegahan stunting ini merupakan tugas PKK yang masuk dalam 10 program pokok.

"Jadi kalau misalnya stunting itu kan ada di 11 tempat, jadi tim penggerak PKK di 11 Kabupaten bisa melakukan intervensi lebih, fokus dari 10 program itu untuk lini kesehatan. Fokus di stunting, dikoordinasikan dengan OPD setempat," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (19/2/2019).


Selain itu, Khofifah mengatakan Arumi yang berusia 25 tahun atau masuk generasi milenial, menurut Khofifah akan lebih mudah mensosialisasikan kepada remaja lain. Sosialisasi untuk remaja ini penting karena gaya hidup remaja harus sehat agar bayinya kelak juga sehat.

"Kemudian karena Bu Arumi ini umurnya baru 25 tahun, banyak juga ketua-ketua penggerak PKK yang usianya masih pada usia yang masih kategori milenial yang masih 38 tahun atau di bawah 38 tahun," ucap Khofifah.

"Saya berharap bahwa ada penanganan secara khusus, intervensi secara khusus pada anak-anak remaja. Jadi lifestyle di usia remaja sangat mempengaruhi kehamilan itu tidak bisa dicegah saat kehamilan tapi mempengaruhi lifestyle pada saat remaja," imbuhnya.


Selain itu, Khofifah mengatakan kesehatan reproduksi remaja memang penting untuk disosialisasikan sejak dini. Khofifah ingin remaja peduli dengan kesehatan reproduksinya dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

"Lifestyle yang tidak sehat itu macam-macam jadi sampai terjadinya unwanted pregnancy, unwanted children itu kan antara lain karena pola hidup yang tidak sehat. Narkoba juga karena pola hidup yang tidak sehat sampai kemudian infeksi HIV AIDS itu juga karena pola hidup yang tidak sehat," paparnya.

Khofifah ingin permasalahan kesehatan reproduksi remaja ini dianggap serius. Untuk itu, dia meminta Arumi mensosialisasikan ini dengan cara milenial hingga para remaja paham.


"Jadi kesehatan reproduksi remaja jangan dianggap sebagai sesuatu yang sederhana. Di beberapa titik di Jawa Timur kita bisa melihat ada panti-panti asuhan yang di dalamnya itu terlahir anak-anak dari kehamilan yang tidak diinginkan, dan kelahiran yang tidak diinginkan. .aka kesehatan reproduksi remaja itu memang harus diperkenalkan dengan format sehalus mungkin tapi mereka paham," pungkasnya.
(hil/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed