Mayat Tak Beridentitas Mengambang di Kubangan Pacuan Kuda Blitar

Erliana Riady - detikNews
Senin, 18 Feb 2019 20:27 WIB
Foto: Erliana Riady
Blitar - Sariman terkejut bukan kepalang. Warga Dusun Pantimulyo Desa Kendalrejo, Talun itu menemukan sesosok mayat mengambang.

Sariman saat itu akan mandi di kubangan air area lapangan pacuan kuda Kikis Tunggorono. Biasanya, pemuda berusia 17 tahun ini mandi di bagian selatan kubangan bekas galian. Karena jika usai hujan, kubangan itu dipenuhi air.

"Awalnya saya mencium bau tidak enak. Terus saya memandang sekeliling kubangan dan melihat ada mayat tertelungkup di air," aku Sariman saat memberi keterangan pada polisi, Senin (18/2/2019).

Karena terkejut dan panik, Sariman lalu berlari ke arah kampung terdekat dan memberitahu warga sekitar. Kepala Dusun Supriyono pun langsung datang ke lokasi untuk mengetahui kondisi mayat tersebut.

Setelah diangkat menepi, ternyata warga sekitar tak ada yang mengenalinya. Merekapun lalu melaporkan ke Polsek Talun.


"Petugas yang datang ke lokasi memastikan, jika mayat itu bukan warga sekitar. Di baju yang dikenakan maupun sekitar lokasi kejadian, juga tidak ditemukan identitas yang bersangkutan. Data awal, mayat ini berjenis kelamin laki-laki," jelas Kasubag Humas Polres Blitar Iptu Burhanudin dikonfirmasi detikcom.

Petugas lalu membawa mayat pria tak dikenal ini ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Hasil visum luar tim medis menunjukkan ciri-ciri fisiknya. Diantaranya, umur kurang lebih 27 tahun, perawakan gemuk, tinggi kurang lebih 160 cm.

Ciri fisik lainnya adalah wajah oval, rambut potong pendek bagian tengah disemir kuning .

"Telinga kiri ada bekas di tindik, memakai gelang karet hitam tangan kiri, mengenakan baju lengan pendek warna biru dongker dan celana panjang jean warna hitam," ungkap Burhan.

Burhan menambahkan, tim medis menduga mayat telah terendam air lebih dari satu hari. Indikasinya, kondisi fisik mulai rusak dan mengeluarkan bau tak sedap.


Polisi juga belum bisa mengetahui penyebab kematiannya. Dilihat dari lokasi kejadian, kecil kemungkinan korban tenggelam. Karena kedalaman kubangan sekitar 1,5 meter dan tidak terisi air penuh ketika hujan tidak begitu deras.

"Hasil visum luar itu juga tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuhnya. Kami akan kembangkan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian korban," pungkas Burhan. (fat/iwd)