detikNews
Senin 18 Februari 2019, 20:07 WIB

Emil Paparkan Kondisi Arumi Pascakeguguran, Seperti Apa?

Hilda Meilisa - detikNews
Emil Paparkan Kondisi Arumi Pascakeguguran, Seperti Apa? Emil saat menjelaskan kondisi Arumi Bachsin (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Wagub Emil Elestianto Dardak memaparkan kondisi istrinya Arumi Bachsin pascakeguguran. Emil mengatakan saat ini Arumi tengah hamil di trimester pertama atau di bawah tiga bulan.

Emil mengatakan kondisi Arumi saat ini telah baik-baik saja usai menjalani kuret dengan lancar.

"Beberapa waktu terakhir kita melakukan monitoring dan ternyata kondisi hari ini disarankan untuk dilakukan tindakan medis untuk memastikan keselamatan Arumi yang alhamdulillah berjalan dengan lancar," kata Emil di RSIA Kendangsari Surabaya, Senin (18/2/2019).

Emil pun berterima kasih dengan tim dokter yang sudah sigap. Tak lupa, dia juga berterima kasih kepada Gubernur Khofifah yang sudah hadir menjenguk.


"Kami berterima kasih buat tim dokter yang sudah melakukan tindakan dengan sigap sehingga keadaannya baik. Yang kedua kami berterima kasih kepada bu Khofifah yang bersedia untuk menemani dan memberi semangat kepada kami," imbuhnya.

Saat ditanya apakah pendarahan Arumi ini karena kecapekan, Emil mengatakan hal tersebut bukan faktor utama. Pasalnya, dia melihat kondisi janin yang memang tidak bisa diselamatkan lagi.

"Kayaknya tidak karena kecapekan semata, tapi juga waktu itu kita sampaikan saat memantau kondisi kehamilannya ini sebenarnya kondusif atau endak," lanjut Emil.

Emil juga mengetahui kehamilan istrinya ini, namun keduanya saat itu masih memeriksakan bagaimana kondisinya. Dari pemeriksaan tersebut, memang sudah diketahui jika ada masalah

"Tahu tapi itu dia, kita masih memantau kondisinya bagaimana. Diinceng-inceng bentuknya gimana, belum begitu jelas. Dibilang iya juga salah, endak juga salah," papar Emil.


"Berkali-kali periksa, masih kuecil gitu. Makanya masih kecil dan perkembangannya Belum tahu sehingga dengan perkembangan yang masih tanda tanya, ini kemudian sesuatu yang kondisinya baik atau justru tubuh melakukan proses alami untuk membersihkan," imbuhnya.

Untuk itu, karena perkembangan embrio yang tak bekerja, mau tak mau janin tersebut harus dikeluarkan. Emil menyebut ada proses alami yang menyebabkan Arumi pendarahan, namun tentu saja harus dibantu oleh tindakan medis.

"Ya itu tadi, ini ada kondisi bahwa perkembangan embrionya mungkin tidak sesuai dengan harapan sehingga tubuh memiliki mekanismenya sendiri biasanya di semester pertama. Tapi yang namanya mekanisme alami tidak 100% ideal sehingga dibantu dengan tindakan medis," pungkas Emil.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed