detikNews
Senin 18 Februari 2019, 14:53 WIB

Selain Fisik, Guru Cabuli Murid Juga Bisa Dihukum Suntik Kimia

Muhammad Aminudin - detikNews
Selain Fisik, Guru Cabuli Murid Juga Bisa Dihukum Suntik Kimia Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Kejahatan IM, oknum guru SD di Kota Malang yang diduga kuat melecehkan (mencabuli) puluhan siswi membuat berang Komnas Perlindungan Anak. Selain hukuman fisik, pelaku dikatakan bisa dijatuhi hukuman kastrasi atas perbuatannya. Karena pelecehan sudah dilakukan berulang-ulang dari sekolah ke sekolah.

"Amanat undang-undang, selain hukuman fisik. Pelaku bisa dihukum dengan suntik kimia atau kastrasi," terang Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Senin (18/2/2019).

Menurut Arist, kalau kejahatan seksual hanya dilakukan satu kali, masih bisa dilakukan terapi dengan menjalani hukuman fisik. Tetapi kalau sudah berulang-ulang, dari sekolah satu ke sekolah lain. Maka hukuman selain fisik seumur, hukuman lain harus diberikan.

"Tindakan ini, menurut kita harus dilakukan oleh pihak kepolisian. Dengan menuntut maksimal pasal-pasal yang diterapkan, jika hanya lima tahun, maka jaksa penuntut akan merencanakan dakwaan sesuai dengan tuntutan itu," tegas Arist.

Komnas Perlindungan Anak turut mengimbau kepada semua pihak tak menghalang-halangi penegakkan hukum dalam mengungkap kasus ini. Jika tidak jeratan pidana bisa diberlakukan atas perbuatan itu.


"Baik itu sekolah, kepala dinas pendidikan, guru atau siapapun yang mencoba menghalang-halangi, akan bisa dijerat pidana. Undang-undangnya ada dan mengatur itu," papar Arist.

Dalam kesempatan itu, Arist menyebut jika peristiwa terjadi pada dua tempat. Yakni ketika berlangsung pelajaran olahraga dan di ruang UKS.

"Informasi kita dapatkan, peristiwa terjadi pada dua tempat, saat olahraga dan di ruang UKS. Perbuatannya seperti meraba-raba, untuk di ruang UKS sampai meminta siswi ganti baju, di situlah pelaku memeluk dari belakang dan meraba-raba alat vital korban. Makanya butuh visum untuk membuktikannya," tegas Arist.

Usai mendatangi SD, Arist bertolak menuju Polres Malang Kota. Arist menyempatkan untuk menemui pendemo yang menggelar aksi depan Polres Malang Kota yang mengecam adanya pelecehan seksual di SD Negeri Kauman 3.


Sebelumnya, aksi yang sama turut digelar di kantor Dinas Pendidikan Kota Malang. Aliansi Masyarakat datang untuk mengecam pelecehan seksual itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah usai menemui pendemo mengaku, sudah menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan melakukan pembinaan terhadap pelaku.

Namun Zubaidah tak menjawab tegas, soal klarifikasi Dinas Pendidikan terhadap pelaku, sebelum dilakukan pencopotan. "Yang penting kita sudah melaksanakan undang-undang soal disiplin pegawai," tutur Zubaidah.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com