DetikNews
Sabtu 16 Februari 2019, 18:48 WIB

Bikin Keributan di Rumah Sakit, Seorang Keluarga Pasien Dipolisikan

Amir Baihaqi - detikNews
Bikin Keributan di Rumah Sakit, Seorang Keluarga Pasien Dipolisikan Foto: Istimewa
Surabaya - Seorang keluarga pasien RSUD dr Soewandhie dilaporkan ke polisi. Hal itu dilakukan pihak rumah sakit karena seorang pria dari keluarga pasien dianggap membuat keributan.

Plt Direktur Utama RSUD dr Soewandhie Febria Rachmanita mengatakan berbekal rekaman CCTV, pihaknya telah melaporkan pria tersebut perhari ini ke Polrestabes Surabaya.

"Laporan kami masukkan hari ini (Sabtu). Untuk selanjutnya dapat diproses oleh rekan-rekan di kepolisian sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," kata Febria dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (16/2/2019).

Febria menuturkan, kejadian keributan itu berawal hari Jumat (15/2) siang, seorang perawat mengingatkan keluarga aflgar tixak meninggalkan keluarganya (pasien) sendirian. Namun saat diingatkan, emosi pria berinisial W tidak terkendali. Bahkan berteriak dan memaki perawat.

Perawat sempat mencoba meredam emosi W dengan memberikan penjelasan secara sopan. Bukannya mereda, emosi W malah menjadi-jadi. W sempat hendak memukul perawat tersebut. Dia juga mencatut nama salah satu anggota DPRD Kota Surabaya.

Beruntung aksi tersebut dapat dilerai oleh petugas keamanan di tempat. Namun saat proses peleraian, sikut W sempat mengenai wajah ketua tim perawat yang mencoba melerai.

Akibat insiden tersebut, pelayanan di IGD RSUD dr M Soewandhie sempat terganggu. Beberapa pasien yang membawa anak-anak tampak ketakutan dan memilih membawa anaknya menjauh. Febria menegaskan, pihaknya akan membawa hal ini ke ranah hukum.

"Kami ada bukti CCTV secara utuh," tegas perempuan yang akrab disapa Feny.

Menurut Feny, petugas di RSUD dr M Soewandhie selalu memberikan pelayanan terbaik sesuai SOP. Pasien maupun keluarganya tidak seharusnya melakukan perbuatan yang mengganggu kenyamanan publik, apalagi di rumah sakit serta ada indikasi kekerasan terhadap petugas.

Dia menambakan, pihaknya telah menyediakan sejumlah sarana untuk menyampaikan segala bentuk ketidakpuasan atas pelayanan rumah sakit. Mulai dari SMS, email hingga personal yang dapat dihubungi. Pengumuman tersebut tertera di banner-banner yang ada di beberapa sudut rumah sakit.

Di samping itu, masyarakat juga dapat mengadu ke akun media sosial sapawarga. Laporan tersebut bahkan akan masuk kepada Wali Kota Surabaya, jika tak kunjung ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

"Buktinya, keluarga pasien yang lain tidak melakukan tindakan serupa. Artinya, pelayanan kami sudah sesuai prosedur dan semua terlayani dengan baik. Semoga, ini bisa menjadi edukasi bagi semua pihak," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed