detikNews
Jumat 15 Februari 2019, 14:56 WIB

Geger Sumur Bor Warga Sumenep Semburkan Gas Bercampur Lumpur

Ahmad Rachman - detikNews
Geger Sumur Bor Warga Sumenep Semburkan Gas Bercampur Lumpur Foto: Ahmad Rachman
Sumenep - Warga Sumenep, Madura, digegerkan penemuan sumur bor yang menyemburkan gas. Sumur bor yang mengeluarkan lumpur dan gas milik Nawawi (30), warga Dusun Jandir, Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, kini dikunjungi banyak orang.

Menurut Nawawi, pengeboran sumur tersebut dimulai sejak Senin (11/2). Saat itu dirinya menggali sumur hingga kedalaman 35 meter. Namun tiba-tiba sumur mengeluarkan lumpur mendidih.

Namun waktu itu dia belum mengetahui adanya campuran gas dalam lumpur tersebut. Sehingga pengeboran diteruskan hingga kedalaman 62 meter.


Saat malam menjelang, Nawawi menaruh lampu templek (Dhamar Kambeng/ Madura) di dekat lubang sumur tersebut. Tiba-tiba api lampu templek menyambar ke lubang sumur bor dan terlihat bara api.

"Saya tahunya itu ada gas kemarin pada Rabu (13/2) malam. Seperti biasa saya menaruh lampu templek di dekat sumur ini, tiba-tiba apinya menyambar ke lubang sumur dan membara," kata Nawawi di lokasi sumur bor kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Foto: Ahmad Rachman

Tadinya, jelas Nawawi, air dari sumur bor tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk mengambil air minum. Bahkan sumur tersebut juga akan diapaki untuk mengairi lahan pertanian. Sayang, usahanya kini tidak membuahkan hasil. Alih-alih ingin mendapatkan air yang jernih, malah keluar lumpur bercampur gas yang dianggap meresahkan.

"Awalnya saya ingin ngebor mencari sumber air bersih ternyata keluar lumpur," tambah Nawawi.


Kabar adanya sumur lumpur mengandung gas langsung tersebar ke warga sekitar hingga desa tetangga. Akhirnya, banyak warga berdatangan untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut.

"Saya kaget saja mendengar kabar adanya fenomena alam ini. Kemudian saya kesini, ternyata benar keluar lumpur dan api," kata salah satu pengunjung, kata Wiliyati.

Dari pantauan detikcom, meski ada garis polisi tanda bahaya, namun sejumlah tetap mendekat. Bahkan ada warga dan anak-anak mencoba membakar jagung muda di atas api tersebut. Dan hasilnya jagung menjadi matang. Mereka seakan tidak mempedulikan garis polisi yang terpasang di sekitar lokasi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com