DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 19:57 WIB

99 Hari Pertama Kerja, Gubernur Khofifah Persiapkan Cetar, Apa Itu?

Hilda Meilisa - detikNews
99 Hari Pertama Kerja, Gubernur Khofifah Persiapkan Cetar, Apa Itu? Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Selama 99 hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah-Emil Elestianto Dardak mempersiapkan pelayanan kerja Cetar. Apa itu?

Dalam pidato perdananya, Gubernur Khofifah memaparkan apa itu Cetar. Dia mengatakan Cetar adalah Program Nawa Bhakti Satya yang diperas atau dirangkum untuk 99 hari pertama kerjanya. Cetar yakni Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, dan Responsif.

"C nya adalah cepat kalau ada masalah yang dihadapi oleh rakyat dinas-dinas yang ada di Pemprov Jawa Timur harus cepat memberikan pelayanan," katanya di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (14/2/2019).

"Kemudian, E-nya adalah efektif Kami ingin penyelenggaraan pemerintahan di Jawa Timur berjalan efektif, efisien tidak ada pemborosan tidak ada penyalahgunaan uang negara," lanjutnya.


Sementara untuk Tanggap dan Transparan, Khofifah ingin pelayanan dari Pemprov nantinya cepat tanggap dan transparan terhadap anggaran yang digunakan.

Khofifah mengatakan dalam 99 hari pertama kerja dibagi menjadi tiga, masing masing 33 hari pertama, 33 hari kedua, dan 33 hari ketiga. Program kerja tersebut ada yang berbasis APBD dan ada yang berbasis non APBD.

"Maka masing-masing dinas akan ada semacam tanggung jawab dan Cetar. Dikbud sudah cetar belum?, Kominfo sudah cetar belom?, Kesehatan sudah cetar belum? Infrastruktur PUPR sudah cetar belum?," imbuhnya.

Dia juga menegaskan Cetar bisa menjadi evaluasi dari seluruh masyarakat Jawa Timur, bahwa ada kecepatan efektifitas pada sikap tanggap dan respon dari pemerintah. Hal ini bisa dilaporkan dan direkomendasikan oleh seluruh masyarakat Jawa Timur.


"Ada pelaku dunia usaha di situ, ada masyarakat di situ, ada UMKM, ada Koperasi, ada IKM, ada profesi di situ, kalau layanan kesehatan ada rumah sakit dan dokter, layanan Pendidikan adalah yang melayani apakah negeri atau swasta atau berbasis pesantren atau non pesantren," paparnya.

Sementara untuk mendukung program kerja ini, Khofifah telah menyampaikan pihak Pemprov bahwa saat menjadi Menteri Sosial, dirinya terbiasa pulang dini hari. Untuk itu dia ingin tancap Gas

"Jadi kita biasa rapat sampai dini hari saat sampai tadi dini hari saya ingin menyampaikan bahwa pesan pak Jokowi tancap gas. Insya Allah kita langsung melakukan itu dengan secara bertahap. Untuk saya berharap teman-teman di Pemprov bisa mengikuti langkah ini," pungkasnya.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed