DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 10:30 WIB

Pasien Demam Berdarah di Blitar Bertambah, Lima Meninggal

Erliana Riady - detikNews
Pasien Demam Berdarah di Blitar Bertambah, Lima Meninggal Foto: Erliana Riady
Blitar - Jumlah pasien demam berdarah (DB) di Kabupaten Blitar, terus bertambah. Dinas kesehatan (Dinkes) mencatat, hingga hari ini ada 359 pasien, 5 orang meninggal.

Angka ini menjadikan Kabupaten Blitar menduduki peringkat kedua penderita DB terbanyak se Jawa Timur, setelah Kediri.

Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Masalah Kesehatan Dinkes Kabupaten Blitar Eko Wahyudi menyatakan, 5 orang meninggal berasal dari Kecamatan Sanankulon, Kademangan, Talun, Kanigoro dan Wates.

"Kemarin masih 354 pasien. Hari ini tambah lagi jadi 359 dengan 5 penderita meninggal dunia. Jumlah ini kedua terbanyak se-Jawa Timur setelah Kabupaten Kediri dengan jumlah kasus sekitar 416 penderita dan 12 penderita meninggal dunia," kata Eko dikonfirmasi detikcom, Kamis (14/2/2019).

Eko mengaku, berbagai upaya preventif telah dilakukan. Namun wabah DB sangat tergantung pada kebersihan lingkungan. Untuk itu, pemkab melalui dinkes menginstruksikan lintas sektor ditingkat kecamatan dan desa untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Kalau fogging kami lakukan ketika ada laporan, warga di wilayah tersebut terserang DB. Namun untuk getarakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kami galakkan tiap hari Jumat," jelasnya.

Dinas kesehatan juga membagikan bubuk abate secara gratis melalui pamong desa. Namun tidak semua rumah memang diberikan bubuk abate ini.

"Kalau semua rumah, stok kami jelas kurang. Jadi hanya rumah yang penampungan airnya ada jentiknya saja yang kami beri," ungkap Eko.

Pekan lalu persediaan abate sempat mengalami kekosongan. Namun Dinkes Pemkab Blitar telah mengajukan kembali bantuan abate dari Pemprov Jatim.

"Alhamdulillah sudah datang abatenya. Ya langsung kami bagikan ke masyarakat. Saya minta, masyarakat jangan mengandalkan kami saja yang bergerak. Kesadaran pribadi menjaga kebersihan lingkungan, sangat besar pengaruhnya dalam memerangi nyamuk penyebab demam berdarah," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed