DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 08:47 WIB

Kasihan, Tubuh Gadis di Mojokerto Ini Tinggal Tulang Dibalut Kulit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kasihan, Tubuh Gadis di Mojokerto Ini Tinggal Tulang Dibalut Kulit Mitha tergolek lemah di rumah sakit/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Tidak ada yang tahu pasti, tubuh Mifta Romadloni (21) kian hari makin kurus. Bahkan, kini tubuh gadis asal Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Mojokerto ini nyaris tinggal tulang dan kulit.

Gadis yang akrab disapa Mita ini tergolek tak berdaya di ruang Sunan Drajat 8, RSI Sakinah, Sooko, Mojokerto. Dengan telaten sang ayah Poerdan Hariyono (54) memberinya minum sekaleng susu. Selang infus masih menancap di pergelangan tangan kanannya.

Kondisi Mita membuat siapa pun yang melihatnya bakal merasa prihatin. Betapa tidak, berat tubuhnya jauh jika dibandingkan dengan gadis lain seusianya. Saking kurusnya, paha Mita kini hanya sebesar tangan orang dewasa.

Hampir sekujur tubuhnya tak bisa digerakkan. Hanya sesekali Mita nampak berusaha mengangkat kepalanya. Luka lebam nampak jelas di pipi kanan gadis yang tak lulus SMP ini.

"Itu luka lebam-lebam karena jatuh saat dia berusaha turun dari ranjang untuk buang air," kata Poerdan kepada wartawan di tempat Mita dirawat, Kamis (14/2/2019).


Poerdan menuturkan, Mita yang dulunya periang mulai berubah sejak sang nenek meninggal sekitar 8 tahun yang lalu. Rasa kehilangan mendalam dirasakan Mita hingga kejiwaannya mulai terganggu. Terlebih lagi, sang Ibu Darwati meninggalkan Mita untuk selamanya saat dia duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD).

"Setelah neneknya meninggal dia ngedrop, tidak mau bicara," ungkap Poerdan.

Penderitaan Mita kian berat setelah dokter mendiagnosa adanya kelainan pada tulang punggungnya tahun 2016 silam. Terbatasnya kemampuan ekonomi membuat Poerdan tak mampu membelikannya alat bantu yang saat itu seharga Rp 4 juta.

Mita pun hanya mendapatkan pengobatan rutin dari rumah sakit sebulan sekali. Pengobatan itu sekaligus untuk mengatasi gangguan kejiwaan yang dialaminya. Akibatnya, Mita kini lumpuh.

2 Tahun belakangan, tubuh Mita yang dulunya normal, menjadi semakin kurus. Berat badannya terus berkurang hingga nyaris tinggal kulit dan tulang. Poerdan pun mengaku tak tahu pasti penyebab penurunan berat badan anak gadisnya ini. Dia menunggu hasil pemeriksaan dokter.


"Makannya dua kali sehari. Siang saya suapi roti dan susu, sorenya makan nasi. Porsi makannya sama dengan saya, kalau kurang gizi harusnya saya juga kurang gizi," terang bapak tiga anak ini.

Kondisi Mita yang memprihatinkan sempat memantik isu negatif bagi orang tuanya. Sejumlah pihak menilai sang ayah melakukan penelantaran hingga tubuh Mita nyaris tinggal kulit dan tulang saja.

Santernya isu tersebut membuat polisi ikut turun tangan. Petugas sempat memintai keterangan keluarga Mita.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono menjelaskan, pihaknya tidak menemukan adanya unsur pidana penelantaran anak seperti yang diatur dalam Pasal 76 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Menurut dia, selama ini Mita tetap tinggal serumah bersama orang tuanya. Kamar Mita sengaja berada paling belakang untuk memudahkan perawatan.

"Karena dia tak dapat bergerak dari tempat tidur. Pengobatan pun terus diupayakan dengan berbagai keterbatasan. Namun, kondisi fisik dan lingkungan yang terbatas membuat dia tertekan, depresi berkepanjangan," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed