DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 07:50 WIB

Mitoni, Ritual Menyambut 7 Bulan Kehamilan Nyaris Terlupakan

Purwoto Sumodiharjo - detikNews
Mitoni, Ritual Menyambut 7 Bulan Kehamilan Nyaris Terlupakan Foto: Purwoto Sumodiharjo
Pacitan - Dua sosok wayang purwa tergambar pada dua butir kelapa cengkir. Keduanya merupakan simbol watak mulia. Mereka adalah pasangan Batara Kamajaya dan Nari Ratih.

Batara Kamajaya mewakili paras tampan sekaligus jujur, lembut, dan sayang istri. Sedangkan Nari Ratih adalah gambaran wanita cantik, berbudi pekerti luhur, serta pandai menjaga kehormatan.

Guratan itu membekas di sabut kelapa berwarna kuning. Seakan mencerminkan harapan suami istri yang tengah berbahagia menantikan kelahiran anak kedua. Mereka adalah Komandan Kodim 0801 Pacitan, Letkol Inf Aristoteles H Lawitang (40) dan istrinya, Wenda Maria (30).

Dua butir kelapa cengkir hanyalah satu dari banyak kelengkapan upacara adat 'Mitoni'. Sebuah tradisi syukur menyambut janin yang sudah genap 7 bulan dalam kandungan. Ritual yang dilakukan juga sarat permohonan agar kelak si jabangbayi lahir dengan lancar.

"Budaya Jawa itu kan kaya ya. Mumpung saya (tugas) di sini. Mumpung ada kesempatan kami juga ingin mencicipi kebudayaan yang tinggi itu," ucap Aris, sapaan Aristoteles kepada detikcom di rumah dinasnya.

Upacara adat dimulai dengan sungkeman. Calon ibu yang tak lain Ny Wenda Maria bersimpuh di depan Ny Emi Erlina (60). Kepada sang ibu Wenda menyatakan bakti dan permohonan maaf atas segala kesalahan.

Foto: Purwoto Sumodiharjo

Giliran berikutnya, perempuan asli Solo, Jateng tersebut sungkem kepada sang suami. Dandim pun lantas membalas dengan kecupan hangat ke perut sang istri yang berdiri di depannya.

Usai prosesi sungkeman, si calon ibu pindah duduk ke bangku kayu. Alasnya selembar tikar kecil berlapis daun kluwih. Konon, daun kluwih sengaja dipilih agar si anak nantinya menjadi orang linuwih (unggul).

Sebuah bejana perunggu terletak di samping kanan calon ibu. Di dalamnya terdapat air yang diambil dari tujuh sumber berbeda. Aromanya kian semerbak dengan bunga tujuh rupa yang mengapung di permukaannya. Air suci sekaligus digunakan untuk merendam dua butir kelapa cengkir.

Ny Emi segera mengayunkan gayung berbahan batok kelapa ke dalam bejana. Perempuan yang mengenakan kebaya berwarna kuning itu lantas mengguyur tubuh putrinya. Dimulai dari kepala dan berakhir di kaki.

Hal sama juga dilakukan kerabat lain dari keluarga calon ibu. Sepanjang prosesi siraman, senyum tak pernah lepas dari wajah Ny Wenda. Sesekali ekspresi wajahnya berubah. Seperti menahan rasa dingin. Kala itu tangan Dandim memegang lembut pundak sang istri.

Usai siraman, Ny Emi mengambil kendi (teko berbahan tanah liat) berisi air putih. Dia lantas meminumkannya kepada putrinya. Kendi pun lalu dijatuhkan ke tanah hingga pecah berkeping-keping.

Foto: Purwoto Sumodiharjo

Kini Ny Wenda berdiri. Sementara pemandu membentangkan kain di depan perutnya. Sebuah benda berbahan kayu berbentuk kerucut diselipkan di antara perut dan kain. Lalu dibiarkan jatuh di antara dua kaki.

Sebutir telur yang dijatuhkan pada sesi terakhir menandai berakhirnya ritual sebelum calon ibu masuk kamar. Dia harus berganti pakaian kain panjang hingga tujuh kali.

Menurut Ny Minuk, pemandu acara, menjelaskan tradisi Mitoni sarat nilai keutamaan. Antara lain rasa syukur atas karunia Tuhan berupa keturunan. Di sisi lain kedua orang tua berharap bayi akan tumbuh sehat. Demikian pula proses persalinan diharapkan berjalan lancar.

"Dalam bahasa Jawa itu (harapannya) bayi lahir selamat dan jangkep (utuh). Adapun pelaksanaan Mitoni ini biasanya dilakukan saat kehamilan mengijak bulan ke delapan," terang perempuan yang sengaja didatangkan dari Yogyakarta tersebut.

Ritual adat Mitoni kali ini merupakan prosesi penyambutan kehamilan anak kedua dari pasangan Letkol Inf Aristoteles H Lawitang dengan Wenda Maria. Sebelumnya pasangan muda tersebut telah dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Eureka Sapta Lawitang (2).



Tonton juga video 'Mantul! Nama Bayi Ini Terdiri dari 19 Kata atau 115 Huruf':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed