DetikNews
Rabu 13 Februari 2019, 17:21 WIB

Acara Penyambutan Khofifah-Emil Terkesan Meriah, ini Kata Panpel

Hilda Meilisa - detikNews
Acara Penyambutan Khofifah-Emil Terkesan Meriah, ini Kata Panpel Foto: Istimewa
Surabaya - Arak-arakan penyambutan gubernur baru Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak terkesan meriah. Sebab, belum pernah ada gubernur di Jatim yang disambut semeriah ini.

Ketua Tim Kreatif Helmy M Noor mengatakan banyak pihak yang menghubunginya untuk ikut menyambut di sepanjang rute. Helmy pun mempersilakan.

"Betul ya, memang ini konsep baru kemudian juga melibatkan masyarakat dan partisipasinya juga luar biasa. Banyak yang tanya 'boleh nggak saya bergabung di sini?' saya bilang asal tidak masuk dalam rangkaian, jadi sepanjang rute yang sudah kami siapkan, silakan di situ," kata Helmy saat dihubungi detikcom di Surabaya, Rabu (13/2/2019).

Berbeda dari konsep penyambutan gubernur sebelum-sebelumnya, ternyata konsep penyambutan ini bukan berasal Pemerintah Provinsi Jatim. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Aries Agung Paewai mengatakan acara penyambutan ini murni ide dari tim kreatif yang ditunjuk relawan Khofifah-Emil.


"Bukan dari Pemprov, tapi dari EO. Dari simpatisan beliau semuanya (konsep dan acaranya)," kata Aries.

Lantaran bukan agenda Pemprov Jatim, Aries mengaku seluruh dana untuk penyambutan, bukan dari Pemprov. Namun, pihaknya tetap bekerja sama dengan para panitia, demi kelancaran acara.

"Betul, (dananya) murni dari pihak simpatisan beliau. Kami ikut bergabung sebagai undangan dan membantu kelancaran acara," lanjut Aries.

Saat dikonfirmasi, Helmy pun membenarkan jika seluruh dana yang digunakan untuk penyambutan murni dari relawan. Helmy menyebut, banyak relawan yang secara spontan ikut berpatungan demi terselenggaranya penyambutan ini.

"Iya betul. Iya dari relawan banyak kita ada sekitar lebih dari 30 simpul. Dari Pemprov membantu di perizinannya, di pengamanannya. Jadi sinergitas antara Pemprov dengan relawan kita kemas dibalut nuansa keagamaan dan kebudayaan. Dari relawan simpatisan iya patungan dari orang-orang itu kan spontan," papar Helmy.


Namun, saat ditanya berapa dana yang dihabiskan, Helmy mengaku tak menghitung jumlahnya. Yang jelas, uang tersebut cukup untuk membiayai terselenggaranya acara dengan baik. Selain itu, Helmy menyebut acara penyambutan ini merupakan selamatan atau tasyakuran, yang mana tak perlu dihitung.

"Namanya kan selamatan. Enggak lah, belum ngitung. Yang penting jalan lah. Karena saya sendiri pokoknya jalan, untuk Jatim. Saya belum menghitung, insya Allah ndak ada masalah," imbuhnya.

Helmy berharap acara tasyakuran ini bisa berjalan lancar. Dia ingin masyarakat Jatim tetap menjaga kekompakannya untuk bersama membangun Jatim makmur.

"Ini kan gubernur yang disambut oleh masyarakat, kami berharap tidak hanya kompak saat penyambutan, tidak hanya kompak saat selamatan, tapi juga kompak selamanya dan bersinergi dengan masyarakat sama-sama membangun Jawa Timur lebih maju lagi," harap Helmy.
(hil/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed