Besok Khofifah-Emil Diarak dari Masjid Al-Akbar, Catat Rutenya!

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 13 Feb 2019 14:22 WIB
Khofifah dan Emil menjelang dilantik Presiden Jokowi/Foto: Istimewa
Surabaya - Persiapan untuk penyambutan gubernur dan wagub baru Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sudah 90%. Sekembali dari Jakarta, Kamis (14/2) besok, keduanya akan diarak di Surabaya.

Sebelumnya, Khofifah-Emil sore ini akan dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara. Keduanya dijadwalkan kembali ke Surabaya besok.

Ketua Tim Kreatif, Helmy M Noor mengatakan rangkaian penyambutan akan dimulai dari Bandara Juanda. Rombongan diperkirakan sampai sekitar pukul 12.00 WIB. Dari Juanda, Khofifah-Emil langsung menuju Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Di masjid, rombongan akan melakukan salat Tahiyatul Masjid kemudian salat Dhuhur dan doa bersama. Usai itu, Khofifah-Emil mengakhiri salatnya dengan sujud syukur.

"Alhamdulillah persiapan hingga hari ini sudah 90% lah ya. Tadi sudah gladi di Masjid Al-Akbar," kata Helmy saat dihubungi detikcom di Surabaya, Rabu (13/2/2019).

Setelah itu, Khofifah dan Emil menuju pintu timur masjid. Keduanya pun langsung disambut dengan selawat nabi oleh 1.000 rebana yang dimainkan 1.000 santri dan pelajar.

Tak hanya itu, ada pula 99 jeep yang telah menanti untuk dinaiki rombongan Khofifah-Emil dan diarak menuju Gedung Negara Grahadi. Rutenya mulai dari Jalan Gayungsari Barat - Jalan Ahmad Yani - Jalan Raya Darmo - Jalan Basuki Rahmat - Jalan Embong Malang - Jalan Bubutan hingga Jalan Pahlawan.

Helmy menambahkan di sepanjang perjalanan, rombongan akan disambut pelajar dan masyarakat.

"Secara teknis kita sudah melakukan koordinasi dengan lintas sektoral, dengan kepala-kepala sekolah, dengan Dispendik, dengan Dishub, dengan Polres dengan instansi yang lainnya," lanjut Helmy.

Tak hanya itu, Helmy mengaku banyak pihak yang menghubunginya karena ingin bergabung. Helmy pun mempersilakan seluruh masyarakat untuk turut ikut memberi sambutan kepada Gubernur dan Wagub yang baru.

"Intinya sebenarnya dari awal kita membikin konsep yang terbatas gitu kan. Tapi ternyata animo masyarakat, pelajar luar biasa. Mereka juga ingin menyambut di depan sekolah masing-masing, di jalanan dan sebagainya," imbuh Helmy. (hil/bdh)