detikNews
Rabu 13 Februari 2019, 07:20 WIB

Tiga Pelajar Ini Bikin Obat Nyamuk Harum Semerbak Seperti Teh

Charoline Pebrianti - detikNews
Tiga Pelajar Ini Bikin Obat Nyamuk Harum Semerbak Seperti Teh Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Tiga siswa SMA 1 Muhammadiyah Ponorogo membuat obat nyamuk alami berbahan daun beringin kering. Selain ampuh membunuh nyamuk, baunya juga harum seperti teh.

Tiga siswa-siswi kreatif itu yakni Muhammad Akif Tholibul Huda (18), Hanifah Rana Zahirah (18) dan Rifqi Fathin Al Hamid (17). Obat nyamuk alami yang ampuh membunuh penghisap darah itu diberi nama HAP Mat.

"Kalau obat nyamuk yang ada di pasaran kan baunya menyengat dan kurang enak, kalau obat nyamuk buatan kami baunya seperti teh karena dari daun kering," kata ketua kelompok, Akif kepada detikcom saat ditemui di sekolahnya, Jalan Batoro Katong, Kelurahan Nologaten, Rabu (13/2/2019).

Akif menambahkan, ide membuat obat nyamuk muncul setelah sadar banyaknya dedaunan beringin kering di sekolah. Mereka kemudian mencari tahu dan menemukan manfaat dari daun beringin, yakni sebagai anti insektisida.


Sebelum akhirnya menemukan dosis yang tepat, mereka melakukan percobaan hingga puluhan kali dan menelan banyak kegagalan. Kala itu mereka mengambil sampah daun beringin yang berwarna kuning sebanyak 80 gram. Kemudian dihaluskan.

Serbuk daun beringin tersebut kemudian dipanaskan dengan 100 ml air sulingan. Terakhir, mereka menambahkan 10 gram tepung kanji pada rebusan daun sebelum mendidih.

Tiga Pelajar Ini Bikin Obat Nyamuk Harum Semerbak Seperti TehFoto: Charolin Pebrianti

"Kemudian dicetak dan dipipihkan setebal obat nyamuk elektrik atau yang biasa disebut mat, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari dan dipotong seperti ukuran mat," tambah Akif.

Dengan modal Rp 5 ribu untuk membeli 500 gram tepung kanji, ketiga siswa kelas XII IPA itu mampu menghasilkan 600 mat yang bisa digunakan selama 200 hari.


Meski dengan modal yang relatif terjangkau, keampuhan mat dari daun beringin tidak diragukan lagi. Saat diuji coba, HAP Mat lebih cepat membunuh nyamuk ketimbang obat nyamuk lain yang sudah beredar di pasaran.

"Kalau mat dari pabrik membunuh nyamuk itu butuh waktu 21 menit. Kalau produk kami selama 19 menit, lebih cepat 2 menit," lanjutnya.

Selain itu, obat nyamuk tersebut juga bisa bertahan selama 8 jam. Rencananya, ketiga siswa itu bakal mematenkan karya tersebut. Mereka juga berharap bisa memproduksi masal MAP Mat dan dijual ke masyarakat. Terlebih, saat ini Ponorogo tengah ditetapkan KLB DB.

Selain bisa dimanfaatkan, karya mereka juga sukses mengharumkan sekolah. Mereka menyabet juara 3 dan 'Best Speaker' dalam lomba karya ilmiah populer Pesta Sains Nasional yang digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada November 2018 lalu.

"Harapannya bisa diperbanyak dan dimanfaatkan masyarakat, kalau bisa bukan hanya bentuk mat tapi juga semprot," pungkas Akif.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com