Bayi Punya Nama Panjang di Tuban, Apakah Cukup di Akta Kelahiran?

Bayi Punya Nama Panjang di Tuban, Apakah Cukup di Akta Kelahiran?

Ainur Rofiq - detikNews
Selasa, 12 Feb 2019 19:03 WIB
Arif Akbar dan bayinya yang mempunyai nama panjang (Foto: Ainur Rofiq)
Arif Akbar dan bayinya yang mempunyai nama panjang (Foto: Ainur Rofiq)
Tuban - Dispendukcapil Tuban tidak mempermasalahkan nama bayi yang panjangnya mencapai 19 kata di Tuban. Dalam pembuatan akta, nama tersebut bisa dicetak dengan ukuran lebih kecil agar muat dan tidak terpotong.

"Saya kira tak ada masalah ya terkait panjangnya nama, karena nanti hanya merubah setting-an ukuran huruf saat cetak akta kelahiran," kata Kepala Dispendukcapil Tuban, Agus Priyono Hadi kepada detikcom, Selasa (12/2/2019).

Namun hingga saat ini, Dispendukcapil Tuban mengaku belum menerima berkas milik Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi-Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Talenta. Bayi dengan nama panjang tersebut mencuri perhatian dan karena panjangnya namanya.


"Belum masuk ke kita ya berkasnya saat ini, saya belum tanda tangan, mungkin masih proses ya," tambah Agus.

Meski belum menerima berkas, agus mengaku heran dengan panjangnya nama bayi yang lahir pada 6 Januari 2019 lalu itu. Menurutnya, sepanjang-panjangnya nama di Dispendukcapil Tuban, rata-rata hanya sampai 4 kata.

"Ya mungkin setahu saya ini nama yang panjang. Kalau umumnya nama warga Tuban rata-rata hanya terdiri dari 3 hingga 4 kata. Kalau orang jawa malah kebanyakan satu kata," lanjut Agus.


Bayi yang lahir dengan bobot 3,5 kg itu kini akrab dengan nama Cordo. Meski baru genap berusia 37 hari, anak kedua pasangan Arif Akbar (29) dan Suci Nur Aisyiah (26) ini sudah viral di media sosial karena namanya yang panjang dan unik.

Mereka tinggal di Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Arif bersyukur karena Capilduk tidak mempermasalahkan nama Cordo yang terdiri dari 115 huruf itu.

"Masih dalam proses Mas untuk akta lahirnya, Alhamdullah pemerintah Tuban sangat demokratis, saya kira tidak menyusahkan, mereka sangat kooperatif dengan rakyat," kata Arif kepada detikcom. (fat/iwd)