DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 14:41 WIB

Fadli Zon Enggan Minta Maaf, Prabowo akan Ditinggal Santri?

Hilda Meilisa - detikNews
Fadli Zon Enggan Minta Maaf, Prabowo akan Ditinggal Santri? Foto: Istimewa
Surabaya - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Jokowi dan Ma'ruf Amin mengaku masih terus menerima keluhan dan protes dari berbagai kalangan santri dan pesantren terkait puisi 'Doa yang Ditukar' karya Fadli Zon.

Puisi yang menuai kontroversi tersebut dinilai menghina ulama sepuh NU, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen).

"Tapi kemarin saya baca di media, Pak Fadli belum mau meminta maaf. Ya sudah kami sampaikan saja ke seluruh jaringan santri dan pesantren, bahwa beliau belum mau minta maaf," ujar Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin kepada detikcom, Selasa (12/2/2019).

Menurut Machfud yang bisa dilakukan saat ini hanyalah menyampaikan fakta kepada para santri. Selebihnya, ia tidak tahu mengenai rencana santri untuk menanggapi sikap Politikus Partai Gerindra itu.

"Itu urusan Pak Fadli Zon, saya hanya bisa menyampaikan fakta ke pesantren bahwa beliau tidak mau minta maaf. Soal apa yang akan dilakukan kalangan santri dan pesantren, ya saya belum tahu," tambah Machfud.

Meski demikian, Machfud mengimbau agar respons santri dan kalangan pesantren terkait puisi itu berada dalam jalur konstitusional.

"Konstitusi menyediakan sarana pemilu untuk menghakimi track record dan kinerja kandidat serta tim suksesnya. Ya sudah nanti 17 April 2019 jangan pilih capres yang didukung Pak Fadli Zon. Simpel. Kalau kata Gus Dur, gitu saja kok repot," kata mantan Kapolda Jatim tersebut.

Machfud menyakini, kekecewaan para santri pada Fadli tidak akan mendorong mereka untuk menggelar aksi yang merugikan. Selain itu, ia juga yakin jika apa yang dilakukan Fadli justru akan membuat menurunkan elektabilitas Calon Presiden Prabowo Subianto di kalangan santri.

"Tetap damai, dan yang pasti akan meninggalkan Pak Prabowo Subianto," lanjut Machfud.

Seperti diketahui, sejumlah pihak menuntut Waketum Gerindra Fadli Zon meminta maaf atas puisi 'Doa yang Ditukar' karena dianggap menyinggung KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Namun, seperti diberitakan detikcom, Senin (11/2/2019), Fadli menganggap tak ada urgensi baginya untuk meminta maaf.

"Ya, untuk apa saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Berikut adalah puisi Fadli Zon yang menuai polemik:

DOA YANG DITUKAR

doa sakral
seenaknya kau begal
disulam tambal
tak punya moral
agama diobral
doa sakral

kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar

doa yang ditukar
bukan doa otentik
produk rezim intrik
penuh cara-cara licik
kau penguasa tengik



Saksikan juga video 'Soal Konsultan Asing Prabowo, Fadli Zon: Kita Nggak Bisa Bayar!':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed