DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 12:53 WIB

Kasus Idiot, Pengacara Ahmad Dhani Minta Hakim Tolak Dakwaan

Amir Baihaqi - detikNews
Kasus Idiot, Pengacara Ahmad Dhani Minta Hakim Tolak Dakwaan Ahmad Dhani sidang kedua/Foto: Deny Prastyo Utomo
FOKUS BERITA: Ahmad Dhani Ditahan
Surabaya - Dalam sidang kedua Ahmad Dhani, Tim Kuasa Hukum mempertanyakan pasal yang tidak ditulis dengan lengkap. Yakni Pasal 45 ayat (3).

Ahmad Dhani menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (12/2/2019). Dalam sidang tersebut, nota keberatan (eksepsi) Dhani dibacakan secara bergantian oleh 9 pengacara yang mendampingi.


Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Anton Widyopriyono, tim kuasa hukum memohon pembatalan segala dakwaan kepada suami Mulan Jameela itu. Karena dalam alasan yuridis, ada 5 poin yang diajukan.

Salah satu dari nota alasan yuridis yakni jaksa hanya menulis Pasal 45 ayat (3) saja. Sehingga dianggap sangat keliru menuliskan dakwaan dengan Pasal yang tidak ada dalam suatu Undang-Undang. Karena seharusnya Penulisan yang benar adalah Pasal 27 ayat (3) UU RI nomor 11 tahun 2008. Pasal 45 ayat (3) UU RI nomor 19 Tahun 2016.

"Bahwa oleh karena itu Surat Dakwaan tersebut adalah salah dan keliru menerapkan pasal Undang Undang ITE dan tidak dapat diterima," kata Aldwin Rahadian, salah satu pengacara di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (12/2/2019).

"Apabila Yang Mulia Majelis Hakim berpendapat lain, mohon untuk berkenan menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya," tandasnya.

Selain itu banyak kesalahan formalitas dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Ahmad Dhani.

"Bahwa setelah tim penasihat hukum terdakwa meneliti dan mempelajari secara seksama surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, ditemukan adanya kesalahan terkait syarat formil Surat Dakwaan," tambah Aldwin.

"Surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang ditanda-tangani R.A. Dhini Ardhany, yang salinannya telah diberikan kepada Terdakwa, ditemukan bahwa surat dakwaan tersebut tidak diberikan tanggal," lanjutnya.

Tonton video: Ahmad Dhani Teriak-teriak Dirinya Tidak Dibui
Kelalaian itu, lanjut Aldwin, dianggap cukup fatal karena penulisan tanggal telah diatur dalam ketentuan Pasal 143 ayat (2) KUHAP. Sedangkan dalam surat dakwaan tersebut hanya tertulis 'Surabaya, Januari 2019' tanpa ada tanggal dalam Surat Dakwaan.
"Tidak terpenuhinya syarat formil, menyebabkan Surat Dakwaan dapat dibatalkan," tegas Aldwin.

Usai pembacaan nota eksepsi, hakim kemudian menunda sidang pada hari Kamis (14/2). Yakni dengan agenda tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum.



(fat/fat)
FOKUS BERITA: Ahmad Dhani Ditahan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed