DetikNews
Minggu 10 Februari 2019, 08:11 WIB

Polisi Gelar Razia Besar di Pintu Masuk dan Keluar Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Polisi Gelar Razia Besar di Pintu Masuk dan Keluar Banyuwangi Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Antisipasi teror pembakaran mobil merembet ke Jawa Timur dan Bali, Polres Banyuwangi menggelar razia besar-besaran di sejumlah titik di kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 450 personel dikerahkan dalam razia tersebut.

Razia dilakukan di Polsek jajaran, pintu masuk ke Banyuwangi dan pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi. Sasarannya adalah kendaraan umum dan pribadi.

Razia dipimpin langsung Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi. Di pintu masuk pelabuhan ASDP Ketapang, tepat pukul 00.00 Wib, Minggu (10/2/2019) polisi melakukan pemeriksaan kendaraan yang akan menggunakan jasa penyebrangan.

Kendaraan berat dan bus tak luput dari pemeriksaan tersebut. Bahkan motor pun juga diperiksa detail oleh aparat kepolisian. Satu per satu barang bawaan dan bagasi kendaraan diperiksa oleh petugas kepolisian.


"Kita turunkan 450 lebih personel dalam razia ini. Karena dikhawatirkan pelaku teror pembakaran masuk ke Jatim dan Bali. Selain pelabuhan Ketapang, kita juga lakukan pemeriksaan di pintu masuk Banyuwangi baik dari arah Barat di Kalibaru dan Glenmore, di sebelah Utara di Wongsorejo dan Pelabuhan ASDP Ketapang," ujar Taufik kepada detikcom.

Razia difokuskan pada pencarian barang berbahaya seperti bahan peledak dan bahan bakar. Selain itu juga senjata tajam dan narkoba menjadi prioritas razia tersebut.

"Ini (pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan) kita lakukan rutin di Banyuwangi. Sementara untuk skala besar kita lakukan insidentil. Tetap waspada dengan aksi teror. Jangan sampai merembet," tambahnya.

Pengetatan pengamanan ini, kata Kapolres Taufik, sebagai bentuk persiapan pengamanan pemilu pada hilan April mendatang.

"Pengamanan ini kita lakukan hingga pemilu nanti. Jangan sampai kita kecolongan," pungkasnya.


Sejak beberapa minggu ini, Jawa Tengah dilanda teror pembakaran kendaraan bermotor. Terakhir data kasus itu sejumlah 26 dan belum dapat terungkap siapa pelakunya.

Aksi pembakaran maupun percobaan pembakaran sudah terjadi 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, dan 1 kali di Kabupaten Semarang.

Semula kasus ini ditangani di tingkat daerah oleh Polda Jateng dan beberapa polres yang menjadi tempat kejadian perkara.

Saat ini Polri mengerahkan penyelidik dan penyidik dari tiga satuan kerja di tingkat pusat, yaitu Densus 88 Antiteror, Bareskrim, serta Baintelkam, untuk membantu pengungkapan.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed