Polisi Tanggapi Komnas Perempuan Tentang Prostitusi Online

Polisi Tanggapi Komnas Perempuan Tentang Prostitusi Online

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 19:55 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Komnas Perempuan menyoroti informasi yang dipaparkan polisi terkait prostitusi online artis terlalu vulgar. Bahkan, banyak artis yang ditampilkan sebelum proses penyidikannya selesai.

Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan pihaknya akan tetap memberikan informasi pada media. Pasalnya, dia ingin memberantas kasus prostitusi online hingga ke akarnya.

"Kami tetep keterbukaan ya, kami akan terbuka kepada media untuk kebutuhannya segala sesuatu yang berhubungan dengan ini, masa mau mengebiri kebutuhan informasi yang ada di publik," kata Barung saat menghadiri Forum The Editor's Talk di Hotel Garden Palace Surabaya, Jumat (8/2/2019).

Barung menambahkan pihaknya akan tetap mengungkap satu per satu update dari kasus prostitusi online ini. Bahkan di minggu depan, akan ada satu tersangka lagi yang ditetapkan.


"Dari awal saya sudah bilang bahwa yang diinginkan Polda Jatim adalah mengungkap prostitusi online yang terbesar, yang sudah mempunyai organisasi, yang menggunakan sistem yang ada," lanjutnya.

Sementara itu, Barung juga menanyakan mengapa baru sekarang Komnas Perempuan menyoroti hal ini. Padahal, banyak kasus prostitusi yang diungkap Polda Jatim, seperti kasus muncikari Keyko yang memiliki ratusan anak buah.

"Ke mana pemerhati Komnas Perempuan? Saat ada kasus Keyko, 400-500 anak buag yang terjadi di 2018 juga, kemana? Karena ini memang kasus yang timbul dari keterbukaan informasi," sanggah Barung.

Selain itu, Barung mengungkapkan sepanjang dirinya menjadi Kabid Humas, tak ada kasus yang menyedot perhatian publik sebanyak ini. Karena, informasi update kasus ini masih ditunggu walaupun sudah satu bulan berlalu sejak penangkapan Vanessa Angel.


Hal ini lantaran ada banyak public figur yang dilibatkan dalam prostitusi online ini.

"Rekan-rekan media, setiap hari ada menunggu update. Kasus ini dari 5 Januari sampai sekarang, selama saya jadi Kabid Humas. Tidak ada running sampai satu bulan. Kenapa running? Di dalamnya ada public figur," pungkasnya. (hil/iwd)