DetikNews
Selasa 05 Februari 2019, 14:35 WIB

Pengemis dan Anak-anak Berebut Angpau di Klenteng Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Pengemis dan Anak-anak Berebut Angpau di Klenteng Surabaya Foto: Istimewa
Surabaya - Puluhan pengemis dan anak-anak saling berebut pembagian angpau di Klenteng Pak Kik Bio, Surabaya. Mereka terlibat aksi dorong karena saling berebut.

Alih-alih ingin berbagi kebahagiaan dalam Perayaan Imlek 2019, jemaat Klenteng Pak Kik Bio dikejutkan dengan aksi dorong. Tradisi bagi-bagi angpau di tempat ibadah yang terletak di Jalan Jagalan No 74-76, Surabaya itu berujung ricuh karena pengemis dan anak-anak saling berebut angpau.

Sejumlah anggota polisi dan petugas keamanan klenteng kewalahan mengendalikan massa yang berebut angpau. Mereka saling dorong sehingga sejumlah anak terjatuh dan nyaris terinjak-injak.


Melihat kericuhan ini, para jemaat memilih tidak membagikan angpau secara langsung. Mereka meminta bantuan polisi untuk membagikan.

Pengemis dan Anak-anak Berebut Angpao di Klenteng SurabayaFoto: Istimewa

Salah seorang bocah yang mengantre pembagian angpau yakni Sahar. Dia rela menunggu sejak pagi untuk mendapat lebih banyak angpau dalam Perayaan Imlek kali ini.

"Dapat uang Rp 15 ribu sejak jam 7 pagi, uangnya rencananya buat beli jajan, kalau Imlek sering ke klenteng ini," kata Sahar, Selasa (5/2/2019).


Meski sempat terjadi kericuhan, jemaat kelenteng tidak menyesalkan kehadiran pengemis dadakan dan puluhan anak yang berebut angpau. Salah satunya Gunawan. Menurut dia, membagikan angpau setelah sembahyang memiliki makna yang dalam, yaitu sebagai wujud berbagi kebahagiaan kepada sesama.

"Ya terutama untuk membantu mereka-mereka, sedikit apa adanya. Dengan saya memberi juga biar dapat rezeki, mereka juga dapat rezeki. Harapannya lancar semua, sehat semua," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed