Puluhan Patung di Vihara Jember Dibersihkan dengan Tiga Macam Air

Yakub Mulyono - detikNews
Senin, 04 Feb 2019 11:11 WIB
Foto: Yakub Mulyono
Foto: Yakub Mulyono
Jember - Tiga macam air disiapkan untuk membersihkan ropang atau patung-patung dewa sesuai tradisi leluhur, jelang Imlek. Tiga macam air itu yakni air bunga mawar, air kayu cendana, dan air daun teh.

Ya, warga umat Konghucu selalu melakukan tradisi ini menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, 5 Februari 2019. Sejumlah Vihara atau klenteng di Kabupaten Jember selalu membersihkan patung dewa dan dewi yang berbahan kayu itu dibasuh, digosok dan dimandikan dengan cara dan teknik khusus.

Tujuannya untuk merawat dan menjaga kondisi patung agar tidak rapuh dan rusak dimakan rayap. Seperti yang tampak di Vihara Adi Padma Karangasem, Desa Glagawero, Kecamatan Panti.

"Sesuai dengan ritual dan tradisi tahunan kami, sebelum Imlek memandikan patung yang kami sebut ropang ini," kata Wakil Dua Pengurus Vihara Adi Padma Karangasem, Heri Novem Stediono kepada wartawan, Senin (4/2/2019).


Sesuai keyakinan, lanjut Heri, sebelum mencuci, beberapa hari sebelumnya harus menjalani puasa dan menjadi vegetarian. "Karena ini tempat dan patung suci, jadi harus diperlakukan beda. Bahkan menyapu pun juga dengan sapu yang bersih dan suci," ungkapnya.

Untuk air yang digunakan juga berbeda, menggunakan campuran tidak cukup air biasa. "Untuk air yang digunakan mencuci, ada 3 macam, air teh, air bunga, dan air kayu cendana," sebutnya.

Dia mengaku dari memandikan menggunakan 3 air campuran berbeda itu, untuk menjaga kondisi patung agar tidak rapuh dimakan rayap dan lapuk karena usia.

"Jadi maksudnya jika direndam dengan air teh, maka ropang atau patung dewa-dewa dari bahan kayu ini bisa muncul kandungan zat tertentu agar rayap-rayap mati dan terjaga," ungkapnya.


Kemudian dilanjutkan dengan air bunga mawar agar semerbak harum dan dengan air kayu cendana agar harumnya bisa sampai beberapa waktu, katanya, sehingga aromanya nanti bisa sampai lama, saat perayaan imlek tahun depan.

Dari pantauan di lokasi saat memandikan patung-patung tersebut tampak diikuti sesepuh masyarakat Tionghoa. Proses memandikan pun bertahap. Pertama patung direndam dengan air teh dan digosok menggunakan kain halus. Kemudian dilanjutkan dengan digosok menggunakan air bunga mawar. Terakhir, sebelum dikeringkan dibasuh dengan air yang dicampur kayu cendana. (fat/fat)