DetikNews
Jumat 01 Februari 2019, 14:42 WIB

BPS Sebut Harga Tiket Pesawat Picu Inflasi di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
BPS Sebut Harga Tiket Pesawat Picu Inflasi di Kota Malang Foto: Muhammad Aminudin/File
Malang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat angka inflasi lebih tinggi dari Jawa Timur di awal tahun 2019. Inflasi bulanan di Januari 2019 sebesar 0,53 persen, sementara Jawa Timur hanya 0,34 persen.

Pendorong tingginya inflasi di antaranya, harga tiket pesawat terbang, daging ayam, cabe rawit, dan lembaga bimbingan belajar.

"Untuk bulan Januari 2019, inflasi bulanan Kota Malang sebesar 0,53 persen. Jauh lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur hanya 0,34 persen saja," terang Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Dwi Handayani Prasetyowati pada wartawan di kantornya Jalan Janti, Kota Malang, Jumat (1/2/2019).

Dwi menyebut, sejumlah indikator menjadi pendorong inflasi di Kota Malang. Di antaranya kenaikan harga tiket angkutan udara sebesar 12,34 persen, harga daging ayam ras turut naik 4,15 persen, harga beras 1,29 persen, cabai rawit 16,95 persen, mahalnya harga lembaga bimbingan belajar, wortel, bawang merah, rokok, emas perhiasan dan sayuran.


"10 Indikator itu, mendorong naiknya inflasi. Dengan kenaikan harga terjadi sepanjang Januari 2019. Sementara 10 indikator lain justru mengalami penurunan harga seperti bensin, apel, batu bata, telur, tiket kereta api dan minyak goreng," beber Dwi menjelaskan.

Inflasi sebesar 0,53 persen membawa Kota Malang menduduki rangking pertama dari 7 daerah lain, termasuk Jawa Timur. Bahkan, jauh dibandingkan Surabaya yang hanya sebesar 0,33 persen.

"Untuk Febuari ada kecenderungan inflasi akan turun. Melihat grafik mulai tahun 2010 sampai 2019, yang rata-rata hanya 0,15 persen. Terbesar pada 2008 yakni 0,88 persen," tegas Dwi.

Sementara menurut pengelompokan pengeluaran mendorong tingginya inflasi di Kota Malang adalah bahan makanan sebesar 1,14 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,11 persen, pengeluaran untuk sandang hanya 0,86 persen saja, dan terakhir makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau hanya 0,27 persen.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed