DetikNews
Kamis 31 Januari 2019, 16:13 WIB

Kecewa Keputusan MK soal GPS, Ojol Jatim Siap Gelar Aksi

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Surabaya - Kekecewaan pengemudi ojek online Jatim pada keputusan MK akan berujung aksi. Mereka siap turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan melawan keputusan MK yang dianggap tidak masuk akal.

"Menginggat GPS menjadi panduan saat melayani penumpang. Teman-teman sudah mulai resah. Untuk menyikapi keputusan itu teman-teman akan turun ke jalan untuk aksi," kata Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur Daniel Lukas Rorong kepada detikcom, Kamis (31/1/2019).


Namun sebelum turun ke jalan menggelar aksi besar-besaran, mereka akan mengadakan rapat terlebih dahulu. Mereka akan berdiskusi dan menentukan langkah untuk menyikapi keputusan MK tersebut.

"Tentunya akan kami rapatkan bersama dengan driver online yang lainnya terkait larangan ini. Apakah nanti keputusan melakukan aksi atau tidak. Intinya kami menolak, karena kebutuhan GPS sangat vital buat kami dalam melayani penumpang," tambah Daniel.


Daniel melanjutkan keputusan MK terkait larangan membuka handphone saat mengemudi sangat meresahkan para pengemudi ojol. Mereka merasa yang sangat bergantung pada smartphone untuk mengais rejeki, merasa dipersulit oleh pemerintah.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan, mengemudi sambil membuka handphone bisa diperkarakan karena melanggar Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Itu artinya, kini pengendara tidak bisa seenaknya menelepon atau sekadar membuka aplikasi petunjuk arah saat berkendara.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed