detikNews
Rabu 30 Januari 2019, 18:21 WIB

Pemkab Tulungagung Sikapi Tragedi Mobil Tercebur Tewaskan 3 Orang

Adhar Muttaqin - detikNews
Pemkab Tulungagung Sikapi Tragedi Mobil Tercebur Tewaskan 3 Orang Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Pemkab Tulungagung segera mengambil langkah pascatragedi mobil tercebur Sungai Brantas Ngunut. Peristiwa itu membuat tiga penumpang mobil tewas.

Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mengatakan pihaknya akan konsentrasi memberikan perlindungan bagi para penyeberang sungai melalui jasa perahu. Salah satunya dengan membangun portal pengamanan.

"Dengan pengalaman ada beberapa kali kejadian baik sepeda motor maupun roda empat (tercebur), kita dari pemerintah kabupaten serta Polres Tulungagung dan intansi terkait lain, berpikir bahwa kita harus memberikan proteksi atau pengamanan," kata Maryoto Birowo di lokasi, Rabu (30/1/2019).


Dengan pembangunan portal di masing-masing dermaga penyeberangan sungai, akan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan atau terceburnya kendaraan saat antre menaiki perahu.

"Selain itu harus ada tempat parkir atau stasioner. Kemudian kami juga mengimbau agar pengelola memperhatikan kapasitas muatan. Apabila memang sudah cukup ya diberangkatkan saja, jangan terlalu banyak," jelasnya.

Pemkab Tulungagung Sikapi Tragedi Mobil Tercebur Tewaskan 3 PenumpangFoto: Adhar Muttaqin

Dia menjelaskan, sistem pengamanan yang memadai sangat diperlukan lantaran kondisi penyeberangan di kawasan Sungai Brantas tersebut memiliki risiko bahanya uang tinggi.


"Apalagi kalau musim penghujan seperti ini, arus Sungai Brantas cukup kuat," imbuhnya.

Menurutnya, di wilayah Ngunut dan Rejotangan terdapat 17 jasa penyeberangan sungai, dari jumlah tersebut 13 di antaranya melayani penyeberangan untuk mobil atau roda empat lebih. Sedangkan empat sisanya hanya melayani penyeberangan orang dan sepeda motor.

"Terkait pengamannya seperti apa nanti akan kami rapatkan bersama, bagaimana yang terbaik," ujarnya.


Terkait banyaknya kasus mobil dan sepeda motor tercebur di lokasi penyeberangan, plt Bupati Maryoto mengaku tidak ada rencana penutupan jasa perahu. Pihaknya beralasan jasa yang dikelola masyarakat tersebut sangat diperlukan untuk menyeberangkan warga dari wilayah Tulungagung ke Blitar.

"Ini kan salah satu pelayanan kepada masyarakat, apalagi ini (penyeberangan pema Ngunut) dibangun dengan biaya tinggi. Kita pikirkan mana yang terbaik," jelasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed