Suasana guyub rukun terasa dalam kerja bakti di klenteng yang ada di Jalan Lombok 7, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo. Tak terlihat sekat perbedaan keyakinan di antara mereka. Yang terlihat semangat untuk memperkuat persaudaraan dan kerukunan antar sesama warga.
Diselingi canda tawa, mereka membersihkan semua bagian klenteng yang dibangun sekitar abad 17 Masehi. Sejumlah orang terlihat sibuk mengayak timbunan abu yang diambil dari hiolo atau tempat pembakaran dupa. Abu itu diayak agar kembali bersih dari sisa dupa yang hangus terbakar.
Sebagian lainnya terlihat membersihkan lantai, menggosok pagar, serta menyucikan altar suci. Patung dewa-dewi juga dibersihkan menggunakan sikat lalu dilap hingga warnanya kembali mengkilat. Patung kemudian dikasih dengan air kembang.
"Kami bahagia sudah diajak membersihkan kelengkapan klenteng. Semoga kerukunan antar umat beragama di Indonesia selalu terjalin dengan baik. Kami juga berharap kebahagian dalam tahun baru Imlek dirasakan semua masyarakat," kata Koordinator Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan, Makhfud Syawaludin, Rabu (30/1/2019).
Kerja bakti itu menjadi rutinitas menjelang perayaan pergantian tahun baru Imlek. Selama ini pihak klenteng juga melibatkan warga sekitar. Tahun ini istimewa karena melibatkan Komunitas KGSKR GUSDURian Pasuruan dan sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Gadingrejo.
"Membersihkan altar suci dan patung-patung untuk membuang aura negatif. Dengan demikian kami siap menyambut tahun baru dengan aura positif," kata tokoh agama Tri Dharma Pasuruan, Yudhi Dharma Santoso, Tokoh Agama Tri Dharma.
Menurut Yudhi, tahun baru Imlek 2570 yang merupakan tahun shio babi diyakini merupakan simbol kemakmuran. Ia pun berharap pergantian tahun baru kali ini akan mendatangkan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.
"Apalagi bertepatan dengan agenda Pemilu, semoga semua anak bangsa turut berbahagia, diselimuti kemakmuran dan kedamaian. Semakin rukun dan kondusif," pungkas Yudhi. (fat/fat)











































