Pemkot Blitar Pernah Ditawari Beli Rumah Orang Tua Supriyadi

Erliana Riady - detikNews
Senin, 28 Jan 2019 11:45 WIB
Rumah orang tua Supriyadi yang dijual (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Rumah orang tua Supriyadi di Blitar dijual. Rupanya Pemkot Blitar pernah ditawari untuk membeli rumah tersebut. Namun pemkot masih perlu melakukan kajian relevansi aset pribadi orang tua Supriyadi dengan PETA sebagai ikon sejarah Kota Blitar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Widodo Saptono mengatakan pemkot perlu kajian mendalam terkait penelusuran sejarah PETA.

"Itu kan aset pribadi. Milik mantan Bupati Blitar yang ayah Supriyadi. Nah kami memang pernah ditawari rumah itu. Tapi masih kami lakukan kajian secara mendalam. Perlu ada tahapan pengkajian penelusuran sejarah rumah itu dengan PETA," kata Widodo saat dihubungi detikcom, Senin (28/1/2019).


Menurut Widodo, kajian sejarah Wisma Darmadi tersebut berhubungan dengan konsep tata ruang dan rencana wisata di wilayah Kota Blitar. Terutama kawasan Jalan Sudanco Supriyadi, sebagai center point Monumen PETA Blitar.

"Saat ini kami masih bentuk tim untuk itu. Karena kawasan Jalan Sudanco Supriyadi ini kawasan heritage juga. Ada Monumen Potlot juga di dalam TMP Raden Wijaya. Kami perlu pertimbangan juga keberadaan Wisma Darmadi itu disana," ungkapnya.

Wisma Darmadi berada di Jalan Sudanco Supriyadi no 42 Kota Blitar. Bangunan kuno itu berdiri di atas tanah seluas 856 m². Rumah itu, saat ini dihuni adik tiri Supriyadi yang bernama Suroto. Berapa harga rumah itu dijual?


"Pokoknya per meter persegi kami minta Rp 9 juta. Silakan langsung ke rumah saja ya," kata saudara Suroto yang nomor handphonenya tertulis di papan penjualan, Hadiono Darmadi.

Keberadaan Hadiono Darmadi mungkin tak banyak yang tahu, sebelum nomor handphonenya tertulis di papan penjualan rumah. Karena hanya Suroto lah, satu-satunya keluarga Supriyadi yang mau diminta keterangan terkait sejarah PETA. Sedangkan saudara dia lainnya, seakan hilang tertelan bumi. Seperti cerita keberadaan Supriyadi, yang sampai sekarang masih menyisakan misteri. (iwd/iwd)