DetikNews
Minggu 27 Januari 2019, 14:00 WIB

Manohara Ajak Emak-emak di Surabaya Kurangi Sampah Plastik

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Manohara Ajak Emak-emak di Surabaya Kurangi Sampah Plastik Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Manohara Odelia Pinot menggandeng emak-emak di Surabaya menanam tumbuhan demi melestarikan lingkungan. Selain itu, dia juga mengajak masyarakat mengurangi plastik.

Bagi Manohara, Indonesia kini telah menempati peringkat kedua mengenai banyaknya konsumsi plastik. Manohara menilai, hal ini lantaran ketidaktahuan masyarakat terkait upaya menjaga lingkungan.

"Kita harus lebih sosialisasi ya, karena memang banyak orang yang tidak tahu, bukan memang sengaja mengotori, tapi tidak tahu," kata Manohara saat di Surabaya, Minggu (27/1/2019).

Selain itu, Manohara menilai metode-metode seperti daur ulang sangat dibutuhkan. Baginya, permasalahan sampah plastik tak selesai setelah dibuang, namun harus ada langkah daur ulang.

Manohara mencontohkan langkah kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik, bisa dengan membawa botol minuman sendiri. Hal ini secara tak langsung bisa mengurangi penggunaan botol plastik.


"Contoh-contoh gampang seperti botol plastik dan botol gelas sudah tidak diperlukan. Kita kan sekarang bisa bawa botol sendiri untuk isi ulang, lebih hemat juga," lanjutnya.

Sementara untuk permasalahan sedotan, Manohara justru menegaskan hal tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Jika ingin memakai sedotan, dia menyarankan untuk menggunakan sedotan dari bambu atau stainless.

"Dan satu lagi sedotan, itu kan sebenarnya sudah tak dibutuhkan. Banyak sekali yang stainless, yang terbuat dari bambu atau kaca yang lebih ramah lingkungan," imbuh Manohara.

Sementara saat ditanya terkait askinya mengahak masyarakat menanam, Manohara mengatakan dengan menanam bisa memperbaiki kualitas tanah hingga udara.

"Dengan menanam padi itu bisa meningkatkan kualitas tanah kita yang sekarang. Kan banyak sekali terkontaminasi dengan kimia dan lain-lain," ucapnya.


Tak hanya itu, Manohara menilai jika hal ini dilakikan di kota-kota besar, tentunya kualitas udara akan semakin baik. Pasalnya, udara di perkotaan kebanyakan telah terkontaminasi dengan asap pabrik dan kendaraan.

"Satu lagi itu juga sangat meningkatkan kualitas udara. Seperti mungkin yang dijelaskan tadi dengan apapun tanaman itu, karbondioksida akan diserap tanaman dan diganti dengan oksigen. Itu juga memperbaiki kualitas udara kita, yang seperti kalian tahu di kota-kota kurang baik," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed