DetikNews
Rabu 23 Januari 2019, 19:47 WIB

Kata Ahli Hukum Pidana, Ada Pasal yang Bisa Jerat Pemakai Prostitusi

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kata Ahli Hukum Pidana, Ada Pasal yang Bisa Jerat Pemakai Prostitusi Ahli Hukum Pidana asal Universitas Brawijaya, Malang, Dr Lucky Endrawati. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Tak hanya muncikarinya saja, pengguna prostitusi online sebenarnya bisa dijerat hukum. Ahli Hukum Pidana asal Universitas Brawijaya, Malang, Dr Lucky Endrawati menyebut ada pasal yang bisa menjerat mereka.

Pasal tersebut ada dalam Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Terkait dengan kasus prostitusi online ini tidak menutup kemungkinan undang-undang tindak pidana perdagangan orang, tentang pemberantasan perdagangan orang itu digunakan sebagai landasan untuk menjerat pengguna," papar Lucky saat ditemui di Mapolda Jatim, Rabu (23/1/2019)


Lucky menambahkan pemakai jasa prostitusi online bisa terkena UU itu tepat di pasal 12. Pasal tersebut menyatakan dengan gamblang barangsiapa yang menggunakan korban tindak pidana perdagangan orang dengan mencabuli bisa dikenakan pasal ini.

"Karena bunyi pasal 12 undang-undang itu ada kualifikasi barangsiapa yang menggunakan korban tindak pidana perdagangan orang dengan cara menyetubuhi, dengan cara mencabuli itu dikenakan pasal ini," terangnya.

Menurut Lucky, ini adalah temuan hukum baru yang didapat dari pengembangan yang dilakukan selama proses penyidikan.

"Jadi ada penemuan hukum baru yang tadi seperti dijelaskan oleh Bapak Kapolda terkait nantinya akan ada perkembangan-perkembangan baru sesuai dengan fakta yang diperoleh," tambahnya.


Sebelumnya polisi menerangkan bahwa pria hidung belang yang memesan jasa prostitusi tidak dapat dijerat hukum karena memang belum ada undang-undang yang mengatur itu.

"Tidak ada pasal ya, tidak ada pasal, regulasi, undang-undang yang menyatakan bahwa ketika seseorang memakai daripada jasa seseorang, terutama khusus kepada prostitusi, tidak ada undang-undang," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera beberapa waktu lalu.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed