DetikNews
Selasa 22 Januari 2019, 16:45 WIB

Keluarga Ingin Kasus Video Syur Damai, Polisi: Hukum Tetap Lanjut

Enggran Eko Budianto - detikNews
Keluarga Ingin Kasus Video Syur Damai, Polisi: Hukum Tetap Lanjut Foto: Istimewa
Mojokerto - Keluarga FR (22), penyebar video syur dengan mantan kekasihnya menginginkan ada upaya damai menyelesaikan kasus tersebut. Namun, polisi menegaskan kasus penyebaran video bermuatan pornografi itu tak bisa dihentikan meski laporan dicabut.

Keinginan keluarga FR untuk menempuh jalur damai itu dikatakan Kades Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Sunardi. Pemuda yang sehari-hari bekerja di bengkel las milik ayahnya itu tercatat sebagai warga Desa Temon.

"Orang tuanya minta tolong supaya anaknya (FR) dicari, kalau ketemu akan dilamarkan dengan si perempuan," kata Sunardi saat dihubungi detikcom, Selasa (22/1/2019).

Dia menjelaskan, orang tua FR menginginkan kasus penyebaran video syur ini diselesaikan secara kekeluargaan. Jika FR berhasil ditemukan, pihaknya berencana mempertemukan keluarga pelaku dengan keluarga gadis yang ada di dalam video syur tersebut. Menurut dia, keluarga pelaku siap melamar maupun menikahkan pasangan muda-mudi itu.

"Harapan kami kasus ini bisa didamaikan, pihak si perempuan bersedia berdamai lalu mencabut laporannya," ungkapnya.


FR dengan gadis asal Kecamatan Jatirejo, Mojokerto itu sudah lama berpacaran. Orang tua keduanya sudah bertemu untuk merencanakan tunangana. Namun karena sebab yang belum diketahui pasti, pasangan kekasih itu berpisah.

Sakit hati cintanya kandas, FR pun nekat menyebar video syur saat dirinya berhubungan intim dengan gadis berusia 19 tahun tersebut. Sampai saat ini dia kabur dari rumahnya sehingga diburu polisi.

"Saat ini orang tuanya kebingungan mencari," terang Sunardi.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery menegaskan, upaya damai tak akan menghentikan penyelidikan dan penyidikan kasus penyebaran video syur yang dilakukan FR. Menurut dia, perdamaian itu hanya akan menjadi pertimbangan hakim saat kasus ini sudah sampai di pengadilan.

"Kasus Undang-undang ITE bisa berhenti karena dicabut laporannya kalau konteksnya pencemaran nama baik. Kalau yang disebarkan Pornografi bukan delik aduan, proses hukum tetap berjalan meskipun laporan dicabut," tegasnya.


Sampai saat ini, tambah Fery, pihaknya belum berhasil meringkus FR. "Kendalanya kami kehilangan jejak, pengejaran di berbagai kota di Jatim dan Jateng belum ada hasil," tandasnya.

FR dilaporkan ke Polres Mojokerto oleh mantan kekasihnya, Minggu (13/1). Pasalnya, FR telah menyebarkan video syur dengan mantannya itu melalui facebook dan WhatsApp. Pelapor atau korban adalah gadis 19 tahun asal Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Terdapat 2 video yang diduga disebarkan FR. Video pertama berdurasi 1 menit 21 detik menunjukkan si gadis sedang berhubungan intim dengan FR. Video itu mereka rekam sendiri di kamar rumah FR. Keduanya saat itu sedang berpacaran.

Sementara video ke dua hanya berdurasi 15 detik. Dalam video ini hanya nampak si gadis sedang meremas buah dadanya. Polisi memastikan gadis di kedua video tersebut adalah orang yang sama.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed