Pedagang Eks Pasar Stasiun Ponorogo Tolak Relokasi dengan Doa Bersama

Charolin Pebrianti - detikNews
Selasa, 15 Jan 2019 12:38 WIB
Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Puluhan ibu-ibu tergabung dalam pedagang pasar eks stasiun melakukan doa bersama menolak relokasi. Relokasi dilakukan Pemkab Ponorogo untuk mempercantik kota.

Alasan penolakan itu lantaran para pedagang sudah membayar sejumlah uang untuk sewa kios ke PT KAI, selaku pemilik tanah. Pun selain itu, bagi mereka menjadi pedagang di Pasar Eks Stasiun sudah jadi pekerjaan warisan keluarga.

"Saya di sini sudah jualan lebih dari 15 tahun, saya tidak mau pindah," tutur salah satu pedagang, Dwi Susilowati kepada detikcom saat ditemui di lokasi, Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (15/1/2019).

Dwi menuturkan pekerjaannya menjadi pedagang kelapa merupakan sumber kehidupan keluarganya. Dia khawatir jika berpindah tempat, dagangannya tidak laku.

"Kalau pindah nanti sepi, enak di sini ramai ada yang beli," jelasnya.

Dari pantauan detikcom, puluhan pedagang terlihat duduk bersama di depan pintu masuk pasar. Selain itu, mereka juga membawa tulisan berisi penolakan relokasi. Seperti: "Pak Polisi Engkau pengayom masyarakat", "Ojo dumeh karo jabatan mergo jabatan terakhirmu mayit", "Ojo bangga rumahmu mewah rumah terakhirmu kuburan".

Sementara ratusan personel terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub berjaga di lokasi. Sementara Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan pihaknya bakal menertibkan bangunan yang tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Rencana eksekusi dan pembongkaran bangunan pasar eks stasiun pun harus ditempuh.

"Para pedagang yang direlokasipun kami beri tempat di eks rumah sakit, Jalan dr. Cipto Mangunkusumo. Sambil menunggu proses pembangunan pasar Legi yang baru," papar bupati. (fat/fat)