detikNews
Senin 14 Januari 2019, 16:27 WIB

#SaveSopirTruk, Cara Simpati Warga ke Sopir yang Tabrak Mobil Patwal

Enggran Eko Budianto - detikNews
#SaveSopirTruk, Cara Simpati Warga ke Sopir yang Tabrak Mobil Patwal Warga menyumbang untuk sopir yang truknya tabrak mobil patwal (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Warga Kelurahan Kauman, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto punya cara sendiri untuk meringankan beban Ali Afandi (42), sopir truk yang menabrak mobil patwal polisi di simpang 4 Kartini. Mereka menggalang dana untuk membantu biaya hidup Ali yang beberapa hari terakhir tak bisa bekerja lantaran truknya ditahan polisi.

Aksi #SaveSopirTruk ini digelar warga Kauman di Alun-alun Kota Mojokerto, Kelurahan Kauman. Dengan membawa kardus bekas, mereka menghampiri setiap pengunjung alun-alun.

Aksi warga ini rupanya mendapat simpati dari para pengunjung alun-alun. Terbukti dengan hanya menyodorkan kardus bertuliskan #SaveSopirTruk, #NetizenMojokertoPeduli dan #RelawanCakAli, para pengunjung secara sukarela menyumbangkan uangnya. Para pengunjung langsung tahu kalau penggalangan dana ini untuk Ali Afandi, sopir truk yang menabrak mobil patwal Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota.

Rupanya kasus yang menimpa Ali Afandi mendapat perhatian dari masyarakat. Para pengunjung alun-alun rela menyumbangkan uangnya karena merasa kasihan dengan nasib Ali. Seperti yang dikatakan Risandi (27), pengunjung asal Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

"Aksi ini baik, soalnya sopir truk itu kan disuruh membetulkan mobil polisi yang rusak. Saya ikut menyumbang untuk meringankan beban sopir truk tersebut. Penghasilannya kan kecil, sementara risikonya besar di jalan," kata Risandi kepada wartawan di lokasi, Senin (14/1/2019).


#SaveSopirTruk, Cara Simpati Warga ke Sopir yang Tabrak Mobil PatwalFoto: Enggran Eko Budianto

Risandi menilai Ali tidak patut disalahkan dalam kasus kecelakaan tersebut. Pasalnya, saat itu Ali terus melaju di simpang 4 Kartini lantaran lampu traffic light menyala hijau. Menurut dia, seharusnya ada pengawalan polisi yang bertugas menjaga simpang 4 Kartini agar kendaraan dari arah lainnya berhenti.

"Salahnya sopir hanya melanggar jam masuk kota. Namun, syukur lah SIM-nya tidak jadi dicabut. Kalau sampai dicabut kasihan, dia tak bisa kerja," terangnya.

Tak sampai 30 menit, warga Kauman berhasil menggalang dana Rp 220 ribu. Uang pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu itu lantas dikumpulkan menjadi satu dengan hasil penggalangan pada Minggu (13/1) malam. Selain di alun-alun, penggalangan dana juga dilakukan ke tempat-tempat tongkrongan warga di Kelurahan Kauman.

"Sampai siang ini sudah terkumpul dana Rp 390 ribu. Rencananya malam nanti kami galang dana lagi saat alun-alun ramai pengunjung," ujar perwakilan warga Kauman, Guntur Agung Priyanto (57).

Guntur menjelaskan, aksi penggalangan dana ini wujud kepedulian warga Kauman terhadap Ali yang tak bisa bekerja sejak truknya ditahan polisi, Kamis (10/1). Terlebih lagi kecelakaan itu terjadi di simpang 4 Kartini yang merupakan wilayah Kelurahan Kauman.


"Kami ingin memberi dukungan moral kepada Pak Ali. Karena kasus ini dia harus keluar biaya untuk mondar-mandir dari Gresik ke Mojokerto, dia juga meganggur sejak truknya ditahan. Setidaknya dana ini bisa membantu biaya hidup Pak Ali dan keluarganya," jelasnya.

Hasil penggalangan dana ini, tambah Guntur, akan diserahkan langsung ke Ali pada Selasa (15/1). "Besok kan Pak Ali ke Polresta Mojokerto untuk menjalani latihan keselamatan mengemudi, saat itu dana kami serahkan langsung ke dia," tandasnya.

Ali yang mengemudikan truk nopol W 8123 UC menabrak mobil patwa Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota di simpang 4 Kartini, Kamis (10/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu dia melaju di Jalan Kartini dari arah barat untuk melintasi Jalan Majapahit lantaran lampu traffic light menyala hijau. Ali mengaku tak mendengar suara sirine mobil patwal polisi.

Sementara mobil patwal polisi nopol X 1002-61 melaju di Jalan Majapahit dari arah utara (Alun-alun). Mobil yang dikemudikan Briptu Gigih Kusuma Jati ini mengawal mobil tahanan dari Lapas menuju ke Pengadilan Negeri Mojokerto. Mobil sedan Mitsubishi Lancer itu pun ditabrak truk yang dikemudikan Ali hingga pintu depan sisi kanannya ringsek.

Dalam kasus kecelakaan ini, Ali sempat dinyatakan bersalah oleh polisi akibat tak mendengar suara sirine mobil patwal dan mengabaikan hak prioritas pengguna jalan. Dia dijerat dengan Pasal 310 ayat (1) UU RI No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun, kasus kecelakaan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Kendati begitu, Ali tetap disanksi tilang karena melanggar rambu larangan masuk ke dalam kota. Dia dikenakan Pasal 287 ayat (1) UU RI No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ancaman hukumannya 2 bulan kurungan atau denda Rp 500 ribu. Selain itu, Ali dan pemilik truk dibebani biaya perbaikan mobil patwal Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota yang rusak.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com