detikNews
Senin 14 Januari 2019, 11:59 WIB

Resmi, 32 Bangunan Masa Kolonial Kota Malang Masuk Cagar Budaya

Muhammad Aminudin - detikNews
Resmi, 32 Bangunan Masa Kolonial Kota Malang Masuk Cagar Budaya Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Sebanyak 32 bangunan ditetapkan sebagai cagar budaya di Kota Malang. Mayoritas bangunan-bangunan itu merupakan peninggalan masa kolonial. Penetapan cagar budaya, tak lain untuk menjaga kelestarian dari bangunan tersebut.

Secara simbolis peresmian cagar budaya dilakukan Wali Kota Malang Sutiaji di Balai Kota, pagi tadi. Sertifikat diberikan kepada pihak yang kini mengelola atau menempati bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya.

"Kota Malang memiliki banyak nilai sejarah, bisa dilihat dari berdirinya bangunan-bangunan yang memiliki mencatat sejarah. Kini bangunan-bangunan itu sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, harus dijaga kelestarian," ungkap Wali Kota Malang Sutiaji di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Senin (14/1/2019).

Sutiaji menegaskan, jika Kota Malang akan menguatkan potensi dan nilai sejarah yang dimiliki. Salah satunya, dengan pengembangan wisata heritage.

"Pengembangan wisata heritage sebagai potensi yang dimiliki Kota Malang, akan terus dikuatkan," ujar Sutiaji.

Sebelumnya, Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang menggelar identifikasi bangunan bersejarah yang berdiri di seluruh wilayah Kota Malang. Langkah ini mengacu pada UU No 11 tahun 2010 dan Perda No 1 Tahun 2018 tentang Cagar Budaya.

Hasilnya, rumah pribadi di Jalan Anjasmoro, Hotel Pelangi, Toko Oen, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, SMA Cor Jesu, Balai Kota Malang, Stasiun Kota Batu atau Stasiun Besar Malang, bangunan sekolah di Jalan Tugu, gereja, masuk sebagai cagar budaya.

"Tahun 2018 kemarin Tim Cagar Budaya yang didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan langkah identifikasi, inventarisasi dan kolekting, selanjutnya mencatat dalam data base cagar budaya," ujar Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widiyanto terpisah.

Balai Kota Malang contohnya, dicatat sebagai cagar budaya karena sebagai bukti sejarah masa lalu. Bangunan dirancang oleh HF Horn, yang mulai dibangun pada tahun 1927 dan selesai September 1929.

Dalam pembangunanya menghabiskan biaya 287 ribu gulden, dengan motto Voor de burgers van Malang (untuk warga Malang).
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed