DetikNews
Jumat 11 Januari 2019, 16:10 WIB

Rusunawa di Mojokerto Belum Siap Huni karena Terganjal Perwali

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rusunawa di Mojokerto Belum Siap Huni karena Terganjal Perwali Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) perdana di Kota Mojokerto hingga kini belum siap ditempati. Tak hanya itu, pemerintah juga tak kunjung menuntaskan verifikasi calon penghuni rusun tersebut akibat belum terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwali).

Rusunawa yang baru pertama kali dibangun di Kota Onde-onde ini terletak di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, tepatnya di depan MAN 1 Kota Mojokerto. Pembangunan rusun 4 lantai ini berjalan selama 2 tahun, yakni sejak tahun 2017 yang lalu.

Tahun pertama merupakan tahap penyiapan lahan oleh Pemkot Mojokerto. Pemerintah menghabiskan Rp 832,8 juta untuk pengurukan lahan seluas 5 ribu meter persegi. Pembangunan gedung rusun baru dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2018. Dana yang digelontorkan mencapai Rp 24 miliar.

Rusunawa ini pun kini berdiri kokoh setinggi 4 lantai. Di dalamnya hanya terdapat 58 unit hunian dengan tipe 36. Meski telah selesai dibangun, rusun perdana di Kota Mojokerto tersebut hingga kini belum siap untuk ditempati.

"Gedung rusunawa belum diserahkan ke Pemkot Mojokerto. Berdasarkan konsultasi masih menunggu pengadaan kelengkapan gedung, mebeler dan lainnya," kata Plt Kepala Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman Kota Mojokerto Mashudi saat dihubungi detikcom, Jumat (11/1/2019).

Selain belum siap huni, ternyata proses verifikasi calon penghuni rusunawa juga tak kunjung tuntas. Padahal rencananya daftar calon penghuni sudah ditetapkan seiring dengan selesainya pembangunan rusun, yaitu awal 2019.

Menurut Mashudi, saat ini terdapat lebih dari 400 pemohon yang ingin menempati rusunawa tersebut. Terbataskan jumlah hunian yang hanya 58 unit, membuatnya harus melakukan verifikasi.

Rusun ini diutamakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), penghuni tanah aset negara di bantaran sungai dan lahan PT KAI. Namun, proses verifikasi hingga kini terganjal belum keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait kriteria penghuni rusunawa.

"Tahap sekarang masih identifikasi pemohon, ada lebih dari 400 pemohon. Nantinya baru sosialisasi dan verifikasi berdasarkan kriteria yang akan ditetapkan dalam Perwali," terang Mashudi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed