detikNews
Kamis 03 Januari 2019, 14:44 WIB

Begini Cerita Pasutri Gagal Rampok Mobil Taksi Online di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Begini Cerita Pasutri Gagal Rampok Mobil Taksi Online di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Pelaku utama perampokan dan penusukan sopir taksi online di Mojokerto rupanya pasutri Eka Wahyu Sumitra alias Eka (23) dan Suswati alias Susi (23). Dibantu dua temannya, mereka berniat merampas mobil korban. Namun, aksi mereka gagal.

"Pelaku empat orang, satu buron inisial FDK. Tiga kami amankan di Situbondo. Dua di antaranya adalah pasutri sebagai pelaku utama. Otak pelaku suaminya berinisial E (Eka)," kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno kepada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Kamis (3/1/2019).

Kapolres menjelaskan, Eka dan Susi warga Jalan Kupang Segunting III, Tegalsari, Surabaya sehari-hari bekerja sebagai pengamen jalanan. Keduanya nekat merencanakan aksi perampokan taksi online karena terdesak kebutuhan sehari-hari dan utang.

"Motif pidana ini murni ingin menguasai mobilnya korban," ungkapnya.


Pasutri ini pun meminta bantuan 2 temannya, yakni Isman Cahyo Suryanto (21), warga Desa Blimbingsari, Mojokerto dan FDK yang kini buron. Eka memesan taksi online menggunakan aplikasi Grab, Rabu (12/12/2018) dini hari.

Mereka naik taksi online yang dikemudikan Yohanes Witondy (50) dari Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto dengan tujuan kawasan situs Kolam Segaran di Kecamatan Trowulan. Korban asal Perumahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu menggunakan mobil Datsun Go warna putih nopol L 1828 ML.

Tiba di Jalan Bhayangkara, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, tepatnya di depan SPBU Gemekan, Eka meminta korban menghentikan kendaraannya. Tersangka berdalih menjemput temannya berinisial FDK.

Sejurus kemudian, tersangka Isman yang duduk di kursi belakang menjerat leher korban dengan tali tambang warna biru. Sementara Eka menusuki tubuh korban dengan sebilah pisau. Akibatnya korban mengalami 16 luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya.


"Karena tak bisa membawa mobil korban, lokasi dekat pom bensin yang kondisinya ramai, para pelaku takut, lalu kabur membawa HP dan power bank korban," terang Setyo.

Dia memastikan, tersangka menusuk korban belasan kali tanpa didasari rasa dendam. Menurut dia, korban dan para pelaku tidak saling mengenal.

"Tusukan sampai 16 kali hanya karena pelaku ketakutan, motifnya murni untuk menguasai mobil korban," tegasnya.

Ketiga tersangka, tambah Setyo, ditangkap saat menginap di hotel Situbondo, Senin (31/12). Polisi terpaksa menembak kaki Eka dan Isman lantaran melawan saat akan ditangkap.

"Tersangka kami kenakan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com