detikNews
Selasa 01 Januari 2019, 12:37 WIB

Kaleidoskop 2018

Ambrolnya Jembatan Widang dan Masalah Kelebihan Muatan

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Ambrolnya Jembatan Widang dan Masalah Kelebihan Muatan Foto: Ainur Rofiq/File
Surabaya - Jembatan nasional yang menghubungkan dua kabupaten, yaitu Lamongan dan Tuban, tepatnya di jalur Babat-Widang ambrol pada tanggal 17 April 2018 silam. Jembatan yang ambrol adalah jembatan lama yang berada di sisi barat, yang menghubungkan Babat ke arah Tuban.

"Iya jembatannya ambrol. Kejadian sekitar 10.45 WIB," kata anggota Satlantas Polsek Babat, Bripka Purnomo.

Dari panjang jembatan yang mencapai 15-20 meter, bagian yang ambrol mencapai 8 meter. Ambrolnya jembatan ini juga menyebabkan tiga truk dan satu sepeda motor yang kebetulan berada di atas jembatan ikut terjatuh ke Bengawan Solo.

Untuk sementara, jembatan baru yang menghubungkan Widang-Babat dijadikan dua arah agar dapat digunakan untuk lintasan kendaraan.


Ambrolnya Jembatan Widang dan Masalah Kelebihan Muatan Foto: Ainur Rofiq/detikcom

Dari keterangan polisi, insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Yang bersangkutan bernama Muhlisin, salah satu sopir dump truk yang terjatuh ke sungai saat jembatan ambrol.

"(Korban tewas) sopir dump truck, dibawa Puskesmas Babat," kata Kapolsek Babat Kompol Agus Wahono.

Total terdapat 5 korban dari insiden ini:

1. Muhlisin (49), warga Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Dievakuasi dalam kondisi meninggal. Korban merupakan sopir truk warna hijau bernopol W 9351 US.

2. Samsul Arif, warga Dusun Lengkong, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Dievakuasi dalam kondisi luka berat. Korban merupakan sopir dump truck yang nopolnya belum diketahui.

3. Saiful Arif (35), warga Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kondisi selamat. Korban merupakan sopir truk warna merah bernopol S 8569 UE.

4. M Rizal Afifuddin (20), warga Dusun Ploro, Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Ia adalah penumpang motor Revo nopol L 3466 DJ.

5. Ubaidilah Masum, warga Rembes, Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Ia adalah pengemudi motor Revo nopol L 3466 DJ.


Ambrolnya Jembatan Widang dan Masalah Kelebihan Muatan Foto: Eko Sudjarwo/detikcom

Menurut analisis berbagai pihak, selain karena usia jembatan dan tonase, ambrolnya Jembatan Widang ini dipicu oleh perilaku para sopir truk yang saling menyalip saat melewati jembatan yang dibangun tahun 1983 tersebut.

"Jadi truk satu disalip truk. Truk di depannya baru saja menyalip. Bawaan truk cukup berat, jadi bertumpu di bentangan tiga, titiknya (ambrol) itu kan di bentangan tiga. Tumpuannya terlampau berat, sehingga jatuh," urai Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi saat meninjau lokasi.

Budi menambahkan, masing-masing truk membawa muatan 30 ton. Jika ditambah berat truk sebesar 3 ton, maka beban jembatan menjadi semakin berat.


Dalam keterangan terpisah, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadie Moerwanto menyebutkan kapasitas beban jembatan adalah 45 ton dengan rasio toleransi keamanan 1,5 kali. Itu artinya jembatan tersebut maksimum menampung beban hingga 70 ton. Nah, saat kejadian, bebannya mencapai 100 ton atau jauh di atas batas toleransi.

Hal ini juga diamini oleh sejumlah saksi. Salah satu saksi yang juga korban yang terjun ke sungai bersama sepeda motornya, Rizal mengaku tiga truk di depannya memang saling salip.

"Tiga truk di depan kami saling salip. Di belakangnya tak ada kendaraan lain. Tiba-tiba bentang jembatan bagian depan ambrol," kata Rizal.

"Saat itu sangat cepat, tiba-tiba dan tanpa ada suara atau tanda-tanda apapun, langsung saja, ambruk," tambah Rizal yang mengaku kalau saat ini ia masih trauma dan masih merasakan nyeri di bagian pinggang.

Ambrolnya Jembatan Widang dan Masalah Kelebihan Muatan Foto: Ainur Rofiq/detikcom


Rizal lepas dari motor dan ikut tercebur ke Bengawan Solo. Pun halnya dengan Ubaidilah. "Saya terjatuh di bawah truk yang warna putih kemudian melepaskan diri dengan berenang ke tepi sungai," jelasnya.

Rizal sempat kembali ke sungai untuk menyelamatkan Ubaid yang tak bisa berenang. Untuk bertahan, Ubaid berpegangan pada badan truk. "Setelah berhasil membawa teman saya, saya kemudian ditolong oleh warga selanjutnya dibawa ke Puskesmas Widang," tutur Rizal yang mengaku kehilangan handphone akibat insiden ini.

Evakuasi truk-truk yang tercebur ke sungai dilakukan hingga 2 hari kemudian. Satu truk dalam kondisi terbalik, menindih truk lain. Sementara satu truk lainnya berada di sampingnya.

Untuk mempermudah evakuasi, truk-truk tersebut dipreteli menjadi kepala, bak dan sasis lalu diangkat satu-persatu dengan crane.

Sedangkan sepeda motor yang ikut tercebur dapat dievakuasi dengan mudah karena tidak tertindih truk. Sesaat setelah kejadian, polisi dan warga bisa mengangkat motor tersebut.

Ambrolnya Jembatan Widang dan Masalah Kelebihan Muatan Foto: Ainur Rofiq


Selama proses evakuasi truk dan perbaikan jembatan, polisi akan melakukan pengalihan arus. Kebijakan tersebut di antaranya adalah untuk kendaraan kecil, baik dari arah Lamongan maupun Tuban, masih bisa melewati jembatan di sisi timur dan diberlakukan 2 arah. Sementara, untuk kendaraan besar yang dari arah Surabaya akan ada pengalihan arus.

Pengerjaan perbaikan jembatan ini pun dikebut hingga akhirnya resmi dibuka kembali pada awal Juni. Perbaikan jembatan ini dikebut karena menjelang Lebaran dan berada di lajur Pantura.

"Ini Bina Marga sudah sesuai dengan perencanaan. 42 hari selesai. Jembatan ini sudah diperbaiki dan dilakukan tes. Rata-rata yang diperbolehkan adalah 40 ton ya. Yang kuning tadi itu tidak boleh berhenti," ungkap Gubernur Soekarwo saat membuka jembatan ini usai perbaikan.

Untuk mencegah insiden ambrol terulang kembali, di lokasi bekas bentangan yang ambrol diberi tanda garis warna kuning, yang berarti kendaraan tidak boleh berhenti dan lebih berhati-hati. Bahkan di lajur jalan kini diberi tulisan untuk membedakan lajur truk dan bus.
(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed